Penguatan Spiritual Kader, Ansor Gelar Mapag Ramadhan

Penguatan Spiritual Kader, Ansor Gelar Mapag Ramadhan

Majalengka – Menjadi kader yang militan tentunya memerlukan suasana kebatinan yang kuat dengan fondasi spiritual yang mumpuni. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP. Ansor) Kabupaten Majalengka, Ahmad Cece Ashfiyadi dalam Acara Mapag Ramadhan di Pondok Pesantren Al Bukhorie Sumberjaya Kabupaten Majalengka, (11/4).
Ia pun menambahkan dalam momen menyambut ramadhan ini Ansor Banser Majalengka harus terus memperkuat spiritual agar bisa mengisi bulan ramadhan dengan berbagai aktifitas ibadah secara khusyu. “Momen menyambut ramadhan kita isi dengan intropeksi diri dan memperkuat spritual kita sebagai keluarga besar Ansor Banser agar ibadah kita semua dibulan ramadhan akan lebih khusyu”, tambah Pria yang juga menjabat sebagai pengasuh ponpes Al Bukhorie ini.
Kang Cece pun menjelaskan makna mapag ramadhan sebagai bentuk penyiapan diri dan rehat sejenak dari aktifitas kaderisasi untuk bersama-sama menyambut hadirnya bulan ramadhan dengan penuh kegembiraan dan berkumpul dengan keluarga serta menyiapkan agenda-agenda kajian keagamaan. “Sejenak kita rehat dari aktifitas kaderisasi Ansor Banser dan menyiapkan agenda-agenda kajian keagamaan di Bulan Ramadhan”, jelasnya.
Senada dengan Kang Cece, Sekretaris PCNU Kabupaten Majalengka, Miftah mengapresiasi berbagai kegiatan Ansor Banser yang tanpa lelah terus berkhidmah. “Kami betul-betul bangga, selama ini tanpa mengenal lelah Ansor Banser terus bergerak dengan berbagai aktifitasnya”, ungkapnya.
Ia pun berharap semangat dan pengorbanan kader Ansor Banser terus tumbuh agar terbentuk generasi NU yang matang dan siap berkiprah di masyarakat nantinya. “Dengan penuh harap, keberlanjutan kaderisasi maupun agenda Ansor Banser harus terus ada agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat luas”, harapnya dihadapan ratusan peserta yang hadir.
Acara yang ditutup dengan pembacaan tahlil terlihat khusyu dihadiri semua jajaran Ansor Banser Kabupaten Majalengka.

comments