Pendapatan Warung Sembako dan Pedagang Kecil di Jatinangor Menurun Tajam

Pendapatan Warung Sembako dan Pedagang Kecil di Jatinangor Menurun Tajam

Jatinangor, Sumedang 29/04, para pedagang kecil dan beberapa warung sembako di Jatinangor juga menjadi yang terdampak dari virus covid 19. Wabah virus covid 19 bukan hanya berpengaruh pada kegiatan dan interaksi sosial masyarakat, dan aktifitas ekonomi makro, akan tetapi juga dirasakan oleh pelaku ekonomi mikro, termasuk warung sembako dan pedagang kecil.
Lazimnya, ketika bulan ramadan pendapatan warung sembako dan pedagang kecil mengalami kenaikan seiring dengan meningkatnya konsumsi masyarakat. Tapi berbeda dengan ramadan tahun sekarang karena adanya wabah covid 19. Pendapatan mereka di awal ramadan ini saja menurun drastis, bahkan jika dibandingkan dengan hari-hari biasa sebelumnya.
“Penjualan barang sembako di minggu awal ramadan ini hampir setiap hari mengalami penurunan kisaran 15-25%, sedangkan stok yang tersedia juga masih menumpuk, biasanya dalam minggu awal ini stok sudah habis, dan kita sudah harus belanja lagi untuk minggu berikutnya”, Tutur penjaga salah satu warung sembako di Pasar Cikuda, tepatnya di jalan tanjakan menuju Desa Cileles, Jatinangor.
Menurutnya, biasanya banyak warga termasuk mahasiswa yang belanja sembako, tapi mungkin karena mereka sudah dapat bantuan sembako dari pemerintah akibat covid 19, jadi tidak perlu belanja ke warung, ahirnya warung sembako dan pedagang kecil turun drastis pendapatannya. “Kami pedagang kecil buntung, tapi bisa jadi para pemasok sembako besar yang punya akses ke pengelola bantuan malah untung”, Keluh Penjaga salah satu warung sembako di CIkuda yang tidak berkenan disebutkan namanya.
Ia berharap, bantuan pemerintahan kepada masyarakat ini juga dapat memberikan dampak positif bagi pedagang kecil dan warung sembako, bukan justru mematikan sektor pelaku ekonomi kecil seperti mereka.
Sementara itu, hal serupa juga dirasakan oleh Abah Pedagang sembako di Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor. Warung-warung sembako semakin sepi dari pembeli walaupun masih di awal ramadan yang biasanya ramai pembeli. “Sepinya pembeli ini teh mungkin karena ekonomi masyarakat juga yang pendapatannya turun, karena dampak wabah virus ya kang, atau yaa bisa jadi warga banyak yang sudah mendapatkan bantuan sembako juga dari pemerintah”, Keluh Abah.
Abah berharap, aktifitas perekonomian pedagang kecil sepertinya tetap bisa berjalan di tengah wabah pandemi, dan berharap kepada pemerintahan bahwa bantuan yang diberikan kepada masyarakat barangkali bisa berupa tunai atau memberdayakan pedagang kecil di daerah, sehingga perputaran ekonomi mikro dapat tetap stabil dan tidak tergerus bangkrut.

Reporter:
Alwi Asnafi