Pembubaran KKR di Sabuga Coreng Wajah Islam Toleran

815

Bandung-, Penyerangan sekelompok ormas dalam acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Jalan Tamansari, Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/12/2016) malam telah mencoreng wajah Islam sebagai agama yang toleran.

Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat Johan Anwari, Rabu (07/12) siang, di Kantor PW Ansor Jabar, Jl. Pasir Jaya, Kota Bandung.

Dikatakan Johan, setiap ummat beragama dijamin oleh konstitusi negara untuk melakukan peribadatan sesuai dengan agama yang diyakininya.

“Ormas yang bertindak sewenang-sewenang dengan membubarkan paksa peribadatan ummat agama lain telah mencoreng wajah islam sebagai agama yang toleran. Mereka telah menistakan konstitusi sebagai payung hidup bersama”, kata Johan.

Menurutnya, sikap dan tindakan model ormas demikian sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Ansor Jawa Barat akan berada dibarisan terdepan mendukung kebijakan pemerintah untuk menindak tegas prilaku mereka yang mencoreng nama baik Islam juga merusak hubungan antar ummat beragama.

“Saya tidak habis pikir, mereka mengatasnamakan Pembela Ahlussunnah tapi prilakunya tidak mencerminkan syariat Kanjeng Nabi untuk hidup berdampingan dengan ummat lain. Apakah benar mereka itu Ahlussunnah?, Saya ingin katakan dengan tegas, sikap dan tindakan mereka bukan representasi ummat Islam dan masyarakat Jawa Barat yang menjungjung hidup rukun dan harmoni” tutunya

Karena itu Ansor Jabar, lanjut Johan, meminta pemerintah untuk bertindak tegas dengan tidak mentolelir prilaku tidak beradab kelompok yang senantiasa memaksakan kehendak terhadap kelompok yang lain.

“Prilaku kelompok ini bukan yang pertama. Gubernur dan Walikota itu milik semua ummat, harus bisa melindungi semuanya tanpa kecuali. Kehidupan semua ummat beragama harus dijamin keberlangsungannya. Apalagi Kota Bandung sebagai kota Ramah HAM, seharusnya Walikota tidak lalai dong”, tegas Johan. (Rus)

 

comments