Pasrah Huni Rumah Ambruk, Tukang Becak Harap Bantuan Pemerintah

108

INDRAMAYU – Selama dua minggu lamanya, keluarga Rudi Hartono warga RW 01/03 Kelurahan Lemah Abang Kecamatan Indramayu pasrah dengan ketidakberdayaanya tetap menempati rumahnya yang sudah ambruk, akan tetapi hingga saat ini masih belum ada uluran tangan dari siapapun termasuk bantuan dari pemerintah daerah.

Pantauan media Ansor Jabar, dengan menggukanan puing-puing bangunan yang tersisa Rudi bersama sang isteri Siti Fatimah dan ketiga anaknya tidur dan tinggal dengan atap seadanya tanpa tembok, ia juga menggunakan lemari dan papan untuk dijadikanya sebagai skat kamar tidur.

Ketua PC GP Ansor merasa berempati melihat kondisi keluarga Rudi, ia memohon dengan sangat pemerintah kelurahan, kecamatan juga Pemerintah Kabupaten Indramayu bisa mengulurkan bantuan agar dapat hidup dalam rumah yang layak huni.

‘Kami juga mengajak seluruh kader Ansor dan Banser untuk bisa membantu keluarga Rudi, minimal bisa mendonasikan sedikit rezekinya untuk meringankan beban keluarga tersebut,’ harapnya.

Sementara itu, Istri Rudi, Siti Fatimah (40) menceritakan, rumahnya ambruk dikarenakan lapuk termakan usia, karena tidak mempunyai uang untuk merenovasi, dengan terpaksa harus tetap dihuni.

‘Kami berusaha membangun rumah kembali dengan alakadarnya setelah ambruk, termasuk menggunakan bahan rumahnya yang masih bisa digunakan kembali,” bebernya.

Ditambahkan, meskipun rumahnya tersebut sudah rata dengan tanah, pihaknya tetap bertahan menempatinya, namun sampai saat ini masih belum mendapatkan bantuan dari siapapun termasuk dari pemerintah daerah.

Pihaknya berharap, segera datang bantuan dari pemerintah, sehingga rumahnya bisa dibangun untuk ditempati kembali, terlebih bagi kenyamanan anak-anaknya.

Dia juga menuturkan, saat ini hanya bisa pasrah dalam menerima keadaan, terlebih pekerjaan suaminya yang hanya berprofesi sebagai tukang becak yang penghasilanya tidak seberapa. “Kadang sehari makan, besoknya tidak, hanya bisa minum saja,” tegasnya.

Selain tinggal bersama ketiga anaknya, saat ini ia juga sedang mengandung anak yang keempat, dimana usia kandunganya baru menginjak dua bulan.

“Kalau malam dingin, banyak nyamuk, apalagi gakada listrik, ya mau gimana lagi, kami pasrah,” tuturnya. (nurul)

 

FOTO:

PASRAH. Siti Fatimah sang pemilik rumah hanya bisa pasrah dan berharap urunan donatur dan bantuan pemerintah.

comments