PAMIT SAKING KUWU KEDUNGWUNGU

9

PAMIT SAKING KUWU KEDUNGWUNGU

Enam tahun lalu saya tidak pernah punya bayangan menjadi seorang Kuwu di desa. Bagi saya Kuwu adalah amanah yang berat tapi atas dorongan berbagai pihak dan rasa diri ingin mengabdi akhirnya saya melangkah maju.

Untuk melangkah bukan hal yang mudah. Apalagi saat itu saya harus berkompetisi dengan seorang yang paling saya hormati. Seorang ulama di kampung. Wajar jika ada percikan konflik saat proses pemilihan kala waktu itu. Saya meyakini semua adalah proses politik yang harus saya jalani.

Mayoritas masyarakat telah memilih saya. Amanah akhirnya datang di pundak ini. Berat? Itu pasti seorang yang masih muda harus memimpin ribuan orang itu bukan persoalan mudah. Ada banyak hal yang harus saya pelajari dan adaptasi.

15 Januari 2015 saya dilantik hari itu juga semua persoalan tentang desa dan segala hiruk pikuknya menjadi tanggung jawab saya. Perlahan tapi pasti saya mulai tahu tentang arti pengabdian. Tentang keluh kesah masyarakat tentang pentingnya infrastruktur. Dan banyak hal lain yang menurut saya memerlukan penyelesaian.

Saya sadar membangun desa bukan seperti membuat istana dari tanah liat. Desa bukan sekadar tempat untuk memuasakan kekuasaan pribadi namun desa adalah sumber kehidupan. Dari sinilah saya mulai menjalani amanah itu dengan benar-benar berpegang teguh atas prinisip desa adalah kehidupan.

Pembangunan dan pelayanan telah saya maksimalkan. Meski orang lain menganggap itu biasa biasa saja. Tapi bagi saya itu adalah capaian yang penuh kerja keras.

Nanti, 15 Januari 2021 saya harus meletakkan amanah Kuwu. Masa pengabdian saya telah usai. Namun bukan berarti saya akan diam dan berpangku tangan. Arah juang saya tetap sama. Saya akan tetap mengabdi untuk desa meski bukan seorang Kuwu. Selagi, Kuwu hanya simbol saja. Siapapun bisa untuk mengabdi untuk desanya.

Kepada masyarakat Kedungwungu, saya sadar sekali bahwa saya bukan pemimpin yang sempurna. Saya bukan pemimpin yang jauh dari kata memuaskan. Namun, di hati yang paling dalam saya telah berusaha semaksimal mungkin untuk bekerja sebaik baiknya. Maafkan segala kesalahan saya jika itu membuat hati bapak/ibu dan saudara-saudari terluka.

Akhir kata, tidak ada pemimpin yang terlatih namun adanya adalah pemimpin yang terus berlatih. Siapapun yang akan menjadi Pj di desa kita nanti mari kita kawal dan sukseskan bersama.

Ahmad Fuadi, SE.,SH.
Kuwu Desa Kedungwungu Krangkeng Indramayu Periode 2015 – 2020.

comments