Nonton bareng dan diskusi pungkasi acara bandung lautan damai

135
Bandung-, Rangkaian kegiatan Bandung lautan damai atau Balad yang diselenggarakan Jaringan Kerja Antar Ummat Beragama (Jakatarub) bersama beberapa komunitas lainnya di Bandung secara resmi ditutup dengan acara nonton bareng dan diskusi di Student Centre UIN SGD Bandung, Jum’at (2/11) siang.
Sejumlah pegiat lintas agama hadir dalam acara dalam rangka peringatan hari toleransi internasional ini,antara lain Wawan Gunawan (koordinator Jakatarub), Bambang Q anees (Ketua Prodi Religeous Pasca UIN SGD), Fahim (Bahai), dan beberapa pemuka lintas agama lainnya.
 
Salah satu panitia pelaksana kegiatan Balad Wandra Wardiansa Purnama mengatakan kegiatan Balad yang digelar setiap tahun ini merupakan bentuk kampanye sosial untuk mewadahi suara damai dari berbagai komunitas di Bandung agar terdengar lebih nyaring lagi.
 
“Pesan damai harus terus disuarakan di Kota Bandung, apalagi kota ini berlabel sebagai kota ramah HAM. Maka ruang dialog yang menjamin kelangsungan hidup toleransi tanpa dominasi satu atas yang lainnnya harus terus dihidupkan. Itulah prinsip dasar utama ramah HAM”, kata Wandra.
Sementara itu, Koordinator Jakatarub Wawan Gunawan menjelaskan bahwa kegiatan Balad ini merupakan tahun ke lima sejak digelar tahun 2012.
 
“Ini merupakan bentuk aksi damai untuk bisa mempertemukan banyak orang yang cinta toleransi dan perdamaian dari berbagai lapisan usia, pekerjaan, golongan, warna kulit dan keyakinan”, ujarnya.
 
Dikatakan oleh Wawan, melalui forum semacam ini dapat menjadi ruang semua orang dari latar agama yang berbeda secara bebas bertanya apapun tentang keyakinannya satu sama lain untuk mengupasnya, sehingga prasangka yang seringkali mengakibatkan praktek intoleransi dapat sama-sama terurai.
 
“Prasangka seringkali menjadi bibit awal munculnya praktek intoleransi. Kehidupan penuh harmoni adalah cita-cita bersama yang harus terus dirawat dan tumbuhkembangkan menjadi arus utama di kota bandung tanpa memandang latar yang berbeda”, ujar Wawan. (wandra/rus)

comments