Misteri 2030

187

Misteri 2030

Oleh: Vinanda Febriani

Sejak beberapa hari kemarin, saya agak menyoroti hal yang viral di social media mengenai statment Mr. Prab pada Rakernas Gerindra kemarin, (19 maret 2018) yang kontroversional.

Berikut sepenggal pidato yang dibawakan oleh Mr. Prab pada RAKERNAS Partai GERINDRA

“Saudara-saudara, kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini. Tetapi di negara lain, mereka sudah membuat kajian-kajian dimana Republik Indonesia sudah dinyatakan TIDAK ADA LAGI tahun 2030” (Sumber FP Resmi Partai GERINDRA https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1906643599367113&id=256838011014355 )

Setelah mendengar pidato Mr. Prab ini, jujur hati saya merasa gundah. Satu hal yang saya pikirkan “Darimana Mr. Prab tahu jika tahun 2030 Indonesia sudah tiada lagi?” Pikiran saya jauh melayang kesana kemari, “Apa jangan-jangan Mr. Prab adalah “The Next Laurent” ? Peramal, atau dukun begitu? Atau siapa dia ? Dari mana dia tahu segalanya itu?” Pikirku.

Untunglah pikiran itu tidak membuat saya gila. Sebab setelah viral video itu, ada salah satu teman saya di Facebook memposting informasi bahwa yang dikatakan Mr. Prab adalah sebuah imajinasi dari Novel karangan PW Singer dan August Cole berjudul “Ghost Fleet” yang terbit pada tahun 2015 lalu.( https://m.detik.com/news/berita/3928974/ghost-fleet-novel-yang-dikutip-prabowo-soal-indonesia-bubar-2030 )

“Oh… ternyata dapat kutipan dari Novel. Pantas saja hati saya merasa ganjal” batinku setelah sedikit tercerahkan. Novel memang sebuah buku cerita fiksi yang menyenangkan. Para penulis novel biasanya mengajak pembacanya untuk berimajinasi kesana-kemari, bahkan hingga terbawa ke alam nyata. Jadi, maklum saja jika banyak pembaca yang “Baper” dengan isi cerita dalam Novel sehingga merasa bahwa adegan/cerita dalam novel benar terjadi. “Ya, pantas saja jika Mr. Prab tiba-tiba mengutip novel tersebut. Mungkin karena beliau “Baper” sebab cerita dalam novel bagus. Ya, bisa saja kan?” Pikirku.

Ngomong-ngomong soal prediksi tahun 2030 Indonesia bubar, saya kok malah memprediksi sebaliknya. Saya berkhusnudzon kepada Tuhan, bahwa tahun 2030 adalah masa dimana Indonesia mencapai kejayaannya (Semoga Tuhan Menghendaki). 2030 adalah masa dimana para generasi muda telah tumbuh menjadi pemimpin bangsa. Mereka mendominasi negara dengan kecerdasan spiritual dan intelektual mereka demi memajukan peradaban Indonesia hingga ranah internasional. Semoga !

Saya menemukan di postingan kontributor portal NU Online (Ahmad Fathoni) yang memposting bukunya yang didapat 6 tahun silam berjudul “Menuju Indonesia Jaya (2005-2030) dan Indonesia Adidaya (2030-2055)”. Buku ini terdiri dari 3 jilid, ditulis oleh DR. Petrus Octavianus,DD,PH.D yang mana untuk merajut penelitiannya, penulis buku ini tidak hanya bercermin dari perjalanan bangsanya saja, tetapi juga telah menjelajah selama 26 tahun di 80 negara. ( https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1972486056158160&id=100001903542029 ). Saya belum pernah membaca buku ini, namun dari segi judulnya saja sudah menarik minat baca saya pribadi.

Orang yang percaya dengan imajinasi 2030 Indonesia bubar, menurut saya sama saja dia telah berkhianat kepada bangsanya. Atau bisa saja dibilang itu adalah sebuah penistaan yang besar terhadap pendiri bangsa Indonesia yang telah bersusah payah mengorbankan jiwa,raga,harta dan segalanya demi kemerdekaan Indonesia. Para Pahlawan percaya bahwa Indonesia akan kekal hingga Tuhan berkehendak menghancurkannya. Itulah yang membuat para Pahlawan bersemangat berjuang demi kemerdekaan dan membangun bangsa. Lalu, kenapa harus pesimis dengan perjalanan Bangsa ini? Toh di Indonesia banyak Ulama-Ulama dan para pemuka agama yang selalu mendo’akan keabadian, keadilan serta kemakmuran Bangsa Indonesia. Lalu, kenapa harus pesimis?.

Untuk saat ini saja, Jokowi mampu menjadikan Indonesia negara yang dipercaya dunia mampu menyebarkan misi perdamaian yang sesuai dengan pembukaan UUD 1945 (Cita-Cita Pendiri Bangsa). Prediksi mengatakan bahwa tahun 2030 Indonesia akan menjadi negara peringkat ke-5 yang mendominasi ekonomi dunia.( https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-3930816/pwc-ekonomi-indonesia-bisa-menyalip-rusia-dan-jerman-di-2030 ).

Saya kira sudah banyak kilauan-kilauan permata dan mutiara bangsa yang nantinya akan menjadi pemimpin Indonesia dan pemimpjn dunia yang membawa nama besar Indonesia. Tahun 2030 nanti, mereka akan menjadi kilauan emas permata Indonesia yang menyinarkan elok dan indahnya Indonesia di mata siapapun yang melihatnya. 2030 dalah masa keemasan bagi bangsa ini, bukan masa kemunduran.

Jadi kesimpulan tulisan saya hari ini adalah bahwasanya 2030 Indonesia tidak bubar, (InsyaAllah) 2030 Indonesia Jaya. Mari seluruh elemen bangsa, buktikan bahwa prediksi Novel yang dikutip Mr. Prab “Salah Kaprah”.

Salam Indonesia Jaya 2030, Indonesia Adidaya 2055.

Vinanda Febriani. Borobudur, 23 Maret 2018.

Comments

comments