Metode Dakwah Hadratusyaikh KH. Tb. Ahmad Bakry Dan KH. Rd. Muhtar

254

Oleh : Moh. Haqie Annazili
(Aktivis Muda NU Plered/Wakil Sekretaris PC. IPNU Kab. Purwakarta)

Dizaman dewasa ini dengan melambungnya teknologi yang canggih berbagai apapun cara dakwah bisa di sampaikan cepat dalam waktu atau jarak yang jauh. Berbicara dakwah dengan zaman dan keadaan sekarang dakwah dengan bermacam-macam metode menjadi hal yang positif bagi generasi islam (pendakwah) yang akan datang dengan memanfaatkan media masa dan cetak.

Hadratusyaikh KH. Tb. Ahmad Bakri atau lebih di kenal mama sempur,merupakan ulama yang berada di tanah sunda (Bumi Pasundan), Merupakan salah satu Syaikh Kholil Bangkalan,Habib Umar juga Syaikh Nawawi Al-Bantani. Ada yang menyebutkan bahwa usia beliau ± 103 tahun. Dan menimba ilmu (Mondok) Selama ± 40 tahun.

Dengan semangatnya beliau menimba atau menuntut ilmu selama ± 40 tahun, Juga dalam mengamalkan ilmu beliau atau mengajarkan ilmu-ilmu beliau atas hasil beliau menuntut ilmu, Mama Sempur juga sangatlah disiplin dalam mengajar santri-santrinya, Seringkali banyak Santri-Santri beliau mengatakan bahwa beliau jika mengajar tidak pernah terlihat lelah dengan pengajian beliau di waktu malam di mulai ba’da sholat isya sampai larut waktu shubuh. Dengan karomahnya Beliau (Mama Sempur) dalam pengajian malamnya maka semakin malam pengajian semakin lantang suara beliau dalam menjelaskan satu persatu penjelasan ilmu-ilmu yang di sampaikan kepada para santrinya.

Adapun diantara metode dakwahnya beliau sebagiamana tercatat dalam karya/tukilan kitab Faawaaidul Mubtadii yang di tulis dan di karang selesai pada Rabu, 25 Ramadhan 1371 H di Sempur Plered Purwakarta Jawa Barat.

Dalam Fashal kedua halaman 4, Mengatakan :

الفصل الثاني : اري فصل كادوا ايت مرتلاكن

طاعة كا الله تعالى چع طاعة كارسول الله

قال تعالئ : ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ .

هرتنا عجك مانيه كان جلان طاعة كافعيران مانيه كلوان حكمه جع كالوان فتتور انو بغوس جع مجادله مانيه كابتور كلوان مجادله انولويه بغوسْ

Fashal kadua : Ari fashal kadua eta mertelakeun ngajak tho’at ka Allah Ta’ala jeung Tho’at Ka Rasulullah.
Hartina ngajak maneh kana jalan tho’at ka pangeran maneh kalawan pitutur anu bagus jeung mujadalah maneh kabatur kalawan mujadalah anu leuwih bagus.

Fashal yang kedua itu menjelaskan mengajak taat kepada Allah Swt dan taat kepada Rasulullah SAW.

Allah Swt. Berfirman : “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk” (Q.S Annahl:125)

Artinya : Ngajak kamu/kalian ke jalan taat kepada Allah Swt (Tuhanmu) dengan hikmah juga dengan kelakuan yang baik dan mujadalah kamu/kalian kepada orang lain dengan mujadalah yang lebih bagus.

Didalam Fashal ini Mama Sempur menjelaskan tentang Cara/Metode dakwah dengan nengutip Q.S Annahl : 125

Banyak diceritakan oleh para muridnya beliau (Mama Sempur) berdakwah/mengajak dengan penuh hikmah dan lemah lembut penuh kasih sayang dan juga penuh singgungan penuh penafsiran dalam menyinggung beberapa ilmu-ilmu atau hukum-hukum yang dilanggar oleh para muridnya (Mengajari kita untuk berfikir luas dalam suatu permasalahan keilmuan), Beliau dakwah jauh dari kata cacian,makian apalagi dengan bahasa yang kotor.

Juga salah satu Murid sekaligus Menantunya beliau (Mama Sempur) Yaitu Rd. KH. Muhtar (Mama Muhtar) Salah satu penerus generasi pertama. Beliau sering diceritakan oleh para murid dan keturunannya belia (Mama Muhtar) Belum pernah Mengajak,Berdakwah dengan cara yang kasar bahasanya. Beliau (Mama Muhtar) dikenal dengan ramah dan bahasanya yang halus, Diceritakan oleh saksi hidup. Beliau (Mama Muhtar) sedang mengajar para santrinya di waktu itu para cucunya sedang bermain di dekat pelataran mesjid/majlis.

Dimana beliau sedang mengajar para santrinya para cucunya itu bermain dinamit Gombong (Sejenis Petasan). Dengan suara yang kencang akan tetapi beliau tidak memarahi cucunya itu dengan tindakan dan bahasa yang kasar.

Tapi beliau mengatakan kepada para cucunya dengan bahasa khasnya “sing tarik atuh kasep suarana, Engkin ku Mama di pangmeserkeun deui dinamitna (petasanna)”. (Yang Kencang dong ganteng suaranya, Nanti sama mama di belikan lagi Petasannya (dinamit).

Begitu halusnya dakwah/ajakan penuh penafsiran yang mendalam dari para Aulia Allah (Kekasih Allah).

Dalam kitab dan fashal yang sama Mama Sempur Mengajak kita untuk melakukan Nahyi Munkar dengan cara yang halus penuh kasih sayang.

Itulah ajaran Cara/Metode dakwah yang di lakukan oleh Hadratusyaikh KH. Tb. Ahmad Bakri Dan KH. Rd. Muhtar dengan Penuh kasih sayang,toleran, bukan dakwah dengan penu cacian dan makian,bahasa yang kotor dan menyebabkan kesakit hatian seseorang demi kepuasan hawa nafsu sendiri ataupun kelompok.
Wallahu’alam

الفقير محمّد حقّي النّازلى

Sempur. Jum’at, 19 Dzulhijjah 1439 H / 31 Agustus 2018

comments