MESANTREN UNTUK BERPANCASILA

92

Oleh : Agusdina Tauficqqurrohman Jalal
Pancasila yang menjadi falsafah hidup bangsa Indonesia, tentunya harus benar-benar ditanamkan dan dibumisasikan disetiap elemen Rakyat Indonesia. Walaupun terkadang rakyatpun yang akan menjadi korban ketidak fahaman akan pentingnya berpancasila. Berpansasila memang tidak segampang dengan menyebutan lima unsur dalam pancasila, namun harus mengerti dengan kajian yang sangat dalam untuk memberikan kemerdekaan yang sejati.

Pansasila yang dirumuskan oleh para pendiri Indonesia tidak segampang membaca pancasila disetiap hari dalam kegiatan Upacara. Akan tetapi Esensinya untuk menanamkan jati diri masyarakat Indonesia, bahwa Indonesia sejatinya adalah kaum berfahaman pancasila.

Kalau disentuh lebih dalam, pancasila tidak lepas dari hasil karya kaum sarungan, yang setiap harinya harus hidup dengan kepahaman Islam ala Indonesia. Sebab, kaum sarungan mempunyai andil dalam perjuangan Kemerdekaan Indonesia. Tentunya, Kaum sarungan harus menjadi tameng Pancasila demi terwujudnya Indonesia yang lebih damai.

Kaum sarungan yang disebutkan disini adalah kaum Santri yang jiwa dan raganya hanya milik Indonesia. Dengan berpakaian sederhana dan ala kadarnya dengan menjunjung tinggi akhlaqul karimah. Akhlaq yang menjadi nilau utama yang ditanamkan oleh santri itu hakikatnya untuk Pancasila. Walaupun dikalangan pesantren, pancasila tidak begitu diunggulkan, akan tetapi Kyai dipesantren memberikan pelajaran penting akan nilai-nilai pancasila.

Tidak ada sejarahnya santri membangkang akan nilai-nilai pancasila. Justru santri yang selama ini memang menjaga sepenuhnya nilai-nilai pancasila. Dari semua elemen yang ada di pesantren, dimulai dari Kyai, Ibu Nyai dan Santri, semuanya menjunjung tinggi kepancasilaan. Tidak ada satupun dari mereka yang menistakan nilai-nilai pancasila.
Sekarang kita coba lihat dari bagaimana Kyai dan Santri bersikap untuk Indonesia. Mereka tidak segampang bersikap ketika Indonesia mengalami masalah. Selalu melakukan istikhoroh untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di Indonesia.

Bahkan yang lebih penting adalah santri merupakan pancasialisme sejati. Sebab, hidup matinya hanya untuk mempertahankan Indonesia dari serangan manapun. Seorang pancasilaisme sejati tentunya harus benar-benar berindonesia, tidak ada judulnya seorang pancasialisme merongrong terhadap NKRI.

Santri Pancasila

Santri yang setiap harinya mengenakan sarung alakadarnya dengan menjunjung tinggi akhlaq dan ketawadhuan harus benar-benar menjadi tameng Indonesia dari serangan manapun. Sebab, Santri adalah istilah pelajar yang memang hanya ada di Indonesia, negara lain tidak punya istilah tersebut. Untuk itu Indonesia harus bangga dengan keberadaan santri di Indonesia.

Santri Pancasila tidak harus berkoar-koar dan tidak harus berorasi dimana-mana untuk mewujudkan Indonesia berpancasila. Kuncinya yaitu dengan menanamkan nilai-nilai pancasila dalam berkehidupan bermasyarakat. Sebab, ketika santri turun jalan dan ikut berkoar-koar, akhirnya yang akan terjadi santri adalah direndahkan dimata masyarakat. Walaupun tujuannya untuk mendakwahkan pancasila.

Sekarang akhirnya banyak permasalahan dikalangan umat Islam yang hidup di Indonesia yang tidak berpancasila. Hidupnya di Indonesia tetapi keyakinannya tidak berpancasila. Dimulai dari organisasi masyarakat yang bertentangan dengan nilai-nilai pancasila, itu mencerminkan bahwa nilai-nilai pancasila belum tumbuh menjadi jati dirinya masyarakat Indonesia.

Apalagi tidak sedikit kaum remaja yang mulai ikut-ikutan dalam mendirikan negara khilafah. Yang arah dan tujuanya sangat kurang jelas dan itu hakikatnya merusak pola pikir remaja Islam. Remaja Islam tidak harus membaca buku Islam yang penulisnya saja tidak jelas, apakah dia pernah ngaji atau tidak. Khususnya mengaji di Pesantren. Tidak sepeti santri yang tiap hari membaca kitab salaf yang mushonifnya pun sangat jelas dan tidak dipertanyakan lagi keilmuanya.

Kalau sudah remaja dan kaum muda tidak benar-benar menanamkan nilai-nilai pancasila. Akhirnya yang terjadi sekarang ini, Pemerintah harus siap-siap untuk mencegah kaum anti pancasila yang mungkin pemerintah sudah mengetahuinya. Pencegahan tersebut tujuanya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sekali lagi santri yang selalu menuruti perintah sang kyai, harus benar-benar untuk Indonesia. Serta tujuan akhirnya membantu Indonesia untuk menanamkan nilai-nilai kepancasilaan. Dari semua yang dipelajari di pesantren, santri harus ingat sejarah. Kaum sarungan ikut andil dalam pembentukan Republik Indonesia, apalagi dalam perumusan Pancasila dan UUD 1945 ada seorang kyai yang sangat alim kelimuanya ikut merumuskan Pancasila. Itu artinya, Santri harus bangkit dan keluar dari gua petapaannya untuk mendukung dan menanamkan empat pilar kebangsaan. Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Undang – Undang Dasar dan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau yang sering disingkat PBNU. Wallahu a’lam !

Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 1945 – 1 Juni 2017. Saya Indonesia dan Saya Pancasila. “ Pancasilaisme untuk Indonesia Bhineka Tunggal Ika “. Merdeka !!!

*Mahasiswa Sejarah UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Alumnus Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon.

Comments

comments