Merajut Persaudaraan melalui dialog kebangsaan lintas iman

71

Merajut Persaudaraan melalui dialog kebangsaan lintas iman

Panti talitakum kota sukabumi, 25 Juli 2017
Suasana panti hari ini tidak biasanya diramaikan oleh dialog kebangsaan lintas iman yg menghadirkan beberapa tokoh diantaranya PC NU Kota Sukabumi yaitu KH. Ece Jamaludin ( sekretaris tanfidz ) Ajengan Muda H. Atto’illah (wkl ketua tanfidz) Wing Wing Suhendar ( Ketua PC. GP Ansor ) Pendeta Luther (Gereja) Bpk Romel ( Tokoh Muda Kristiani) FPLA (Forum Pemuda Lintas Agama) INTI (Ikatan Tionghoa Indonesia) IPTI (Ikatan Pemuda Tionghoa) teman teman budha dan Hindu ikut hadir dalaml diskusi serta dialog kebangsaan yg di gagas oleh Yayasan Panti talitakum kota sukabumi membahas beberapa isu kemanusiaan sampai pada isu kebangsaan.
Dalam dialog pertemuan tsb mengasilkan visi bersama untuk mengisi pembangunan bagi bangsa dan negara wabil khusus membangun kota sukabumi yg toleran, perdamaian, hingga menyadari betul bahwa pondasi negara sudah final sebagai kalimatun sawa’ bangsa ini yakni PBNU Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI serta UUD 45.
Sekretaris PCNU KH. Ece Jamaludin berpandangan bahwa Negara ini hadir sebagai Tanah air yg patut harus di jaga serta di rawat melalui pesan Kemanusiaan dan persaudaraan bukan serta merta harus mengganti sebuah konsep perubahan pondasi yg di suarakan oleh segelintir kelompok orang yg sengaja ingin mengadu domba agar terjadi kegaduhan berkelanjutan sampai tahun politik kedepan.
Adapun Ketua Ansor Wing Wing Suhendar berpesan pada dialog dan diskusi tsb agar semua bangsa ini tak terlepas dari ras, suku, agama apapun punya hak 100 % atas negara ini untuk senantiasa menebar kemanfaatan dalam pembangunan baik nasional maupun lokal, tak ada tolelir pada kelompok yg sengaja ingin mengganti ideologi negara, para tokoh bngsa dalam keadaan yg amat sangat terbatas serta penekanan penjajah bangsa waktu dulu mampu merumuskan tali pengikat bangsa ini yakni Pancasila yg mengakomodir seluruh elemen bangsa serta product tsb (lain samanea) dalam bahasa sunda di hasilkan oleh para Ulama NU yg bukan serampangan itu penuh makna melalui ruh spritual bangsa ini.
Oleh karena itu siapa pun itu ras apapun itu agama apapun itu yg anti terhadap pancasila itulah kelompok kecil pemberontak terselubung alhamdulillah perpu no 2 tahun 2017 sudah keluar dan menjadi payung hukum untuk menindak kelompok2 anti Pancasila.
Dari kelompok non muslim yg di wakili oleh pendeta lutther sangat senang bisa bersilaturrahmi dengan kelompok pengusung Islam Nusantara yakni NU dan Ansor selaku pemuda nya NU, beliau menuturkan sependapat apa yg telah di jelaskan dalam dialog kebangsaan lintas iman ini kita harus sama-sama menjaga bangsa ini dari kelompok yg bersebrangan terhadap ideologi bangsa dan negara oleh karena itu kami bangga dan berharap untuk senantiasa terjalin komunikasi sesama atas nama kemanusiaan. Pungkas nya.
Acara tersebut di mulai pukul 09.00 pagi di akhiri pukul 12.30 WIB serta di lanjutkan ramah tamah dan saling share inilah potret kecil keaneka ragaman di kota yg kecil pula.
Jahid Ghofari melaporkan.

Comments

comments