Menjaga Sanad Keilmuan; Meneruskan Perjuangan Kyai

Menjaga Sanad Keilmuan; Meneruskan Perjuangan Kyai

Editor: Akbar Taslim
PC GP Ansor Kab. Sukabumi kembali menyelenggarakan agenda kaderisasi yaitu Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) yang kali ini diselenggarakan di Kec. Parakansalak (wilayah II) Kab. Sukabumi pada hari Sabtu, tanggal 19-20 September 2020. Dengan semangat membangun kemandirian organisasi dan kemauan memajukan GP Ansor Pelatihan Kepemimpinan Dasar diberikan kepercayaan kepanitiaan kepada Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor di tingkat Kecamatan masing-masing guna menciptakan sense of belonging dan kesadaran terhadap organisasi.
Acara PKD yang dibuka pada Pukul 14.30 WIB bertempat di Pondok Pesantren Al-Kholiliyah Cikadu Desa Sukatani Kec. Parakansalak Kab. Sukabumi dengan Tema “Membentuk Kader Ansor yang Ideologis, Berkarakter dan Militan Sebagai Penjaga Tradisi Aswaja An-Nadhliyah”, ini diharapkan menjadi wasilah PAC GP Ansor Parakansalak dalam memajukan Ansor diwilayahnya walaupun cenderung distigmakan “kaum sarungan”. Hal ini diutarakan langsung oleh Sahabat Sundani selaku Ketua PAC GP Ansor Parakansalak, “Kita jangan khawatir dan kudu percaya kepada karomah Kiyai lalu berani meyakini perjuangan kita dalam wadah GP Ansor, tegas dan nyata mendengungkan bangkit kaum sarungan dengan bendera GP Ansor dan NU. tidak ada yang sesat di Ansor, tidak ada yang liberal di Ansor sebab yang mimpin gerakan kita adalah kiyai”, tegasnya.
Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor merupakan Kaderisasi Formal tahap pertama dalam sistem pengkaderan Ansor dengan tujuan menanamkan Nilai-nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan demi terwujudnya kader penggerak GP Ansor tingkat anak cabang dan ranting yang memiliki kapasitas dan kemampuan yang handal. Sehingga siap mengawal dan menjadi dinamisator organisasi GP Ansor di tingkat PAC dan pimpinan ranting. Maka sudah semestinya anggota maupun kader harus meyakini apa-apa yang dijalankan dalam wadah GP Ansor adalah benar juga langsung dari Kyai-Kyai NU, demikian yang disampaikan Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kab. Sukabumi Sahabat Farhan Zayyid, SE. MM. dengan mengutip sejarah Ansor, “sejarah mencatat bahwa perjuangan dan pergerakan kader GP Ansor adalah warisan para Kyai, hasil dari Ijtihad para Kyai yang keilmuannya tidak diragukan. Siapa yang berani meregukan sanad keilmuan dan perjuangan Kyai Wahab Hasbullah. Karena kejelasan sanad itu pulalah yang mengharuskan kita sebagai pemuda NU yang tentu santri dan sekaligus murid dari para Kiyai untuk senantiasa meneruskan warisan mulia dan berkah ini dalam bingkai merawat tradisi amaliyah Ahlussunnah Wa Jama’ah, memahami dan mengikugi Fikroh An-nahdliyah (tawazun tasamuh, tawasuth dan ta’adul) sehingga melahirkan gerakan yang jelas dan tegas yakni harokah An-nahdliyah. Jadi jangan hanya secara amaliyah mengikuti NU tapi dalam hal pemikiran dan gerakan malah bertentangan dengan NU itu sendiri. Ini musti disadari terlebih dahulu sehingga melahirkan sikap pemikiran dan gerakan yang jelas. Dengan mengutip pernyataan KH. Mustofa Bisri “ Ulama yang harus kita ikuti adalah ulama yang melihat umat dengan mata penuh kasih sayang”. Lebih jauh beliau mengingatkan bahwa “Kegiatan PKD ini selain merupakan upaya doktrinisasi dan ideologisasi Ahlussunnah Wal Jama’ah namun juga merupakan dalam rangka Mahabbah kepada para Kyai, semoga kecintaan kepada kyai dan ulama hanya mengharapkan satu yakni keberkahan dan dipertemukan kembali di yaumil akhir. Ingat jangan salah mengartikan Jihad”, tegasnya.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Ketua Tanfidziyah MWCNU Parakansalak, KH. Dedi Wahyudin, S.Ag. MM.Pd. Beliau menitipkan pesan sekaligus arahan dengan harapan “semoga Ansor bangkit lebih baik lagi kedepan diwilayah Kec. Parakansalak Kab. Sukabumi, menghasilkan kader yang berpemahaman Aswaja dikalangan pemuda dan tidak terbawa arus Hoax dan Haox. “NU adalah mutiara maka Ansor harus digaris terdepan untuk mengawal semua lini kehidupan”. “semoga kita semua menjadi santri KH. Hasyim Asy’ari.
Dalam sesi materi hadir via virtual Sahabat Ketua PW GP Ansor Jawa Barat Sahabat Deni Ahmad Haidari langsung dari KONBES XXIII PP GP Ansor di Minahasa Sulawesi Utara untuk memberikan semangat, motivasi dan arahan terkait 3 (tiga) hal pentingnya bergerak di GP Ansor yakni “untuk menyambung sanad keilmuan, amar ma’ruf nahi munkar (amal ma’ruf bilma’ruf, nahi munkar bilma’ruf) melalui pemanfaatan politik untuk kemaslahatan Agama bukan malah sebaliknya, dan kader Ansor harus menguasai bidang ekonomi (kudu benghar). Jelas beliau.
Kegiatan PKD yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari ini diikuti oleh peserta berjumlah 54 (lima puluh empat) orang. Semoga semuanya mendapat keberkahan sesuai yang ditargetkan. Mari sama-sama kita doakan semoga Pedemi Covid-19 ini segera berlalu, tetap pakai masker, jaga jarak, cuci tangan setelah melaksanakan aktifitas keseharian.

Sukabumi, 19 September 2020

comments