Menjadikan Sepakbola Sebagai Sarana Dakwah

68

Liga Santri Nusantara Sub Region Garut yang tidak lama lagi akan digelar disambut meriah oleh seluruh peserta LSN Sub Region Garut. Terpantau seluruh Pesantren peserta LSN mempersiapkan diri agar tampil maksimal dan menjadi yang terbaik.

“Target kami lolos difase grup dulu. Mudah mudahan juara,” ujar Said Mubarok manager Pulosari FC ditemui setelah latihan tim (22/08/2017).

Dari total kuota maksimal jumlah pemain Pulosari mengambil keseluruhan slot kuota pemain maksimal.

“Tujuannya untuk menjaga kedalaman pemain. Apalagi pertandingan tidak ada jeda. Kecuali pada partai terakhir. Jadi kita bisa leluasa melakukan rotasi pemain,” ujar Said.

Ditanya mana tim lain yang menjadi lawan berat, Said menjawab bahwa dirinya tidak mengetahui peta kekuatan tim lain. Namun dirinya yakin bisa melalui fase grup dan melaju ke Ciamis.

Sementara itu KH Aceng Hilman Umar Bashori mengatakan bahwa LSN merupakan inovasi yang dilakukan oleh Kemenpora untuk pemberdayaan santri.

“Sepakbola merupakan olahraga paling digemari. Termasuk oleh para santri. Oleh karena itu LSN bisa menjadi pintu masuk untuk semakin memunculkan pesantren di masyarakat. Ini bisa jadi lahan dakwah baru,” ujar Aceng Um um sapaan akran KH Hilman.

Dirinya berharap banyak bibit unggul yang lahir dari pergelaran LSN.

“Tapi tetep harus ngaji. Jangan sampai lupa ngaji gara gara bola. Ngaji tetap prioritas,” kata Ceng Um um.

Selain itu, Kiai muda yang juga Dewan Instruktur Pimpinan Cabang Ansor Garut itu pun berpesan agar LSN memberikan warna dan dijadikan teladan bagi sepakbola ditanah air.

Idham

Comments

comments