MENGENAL TOKOH KHARISMATIK SEMPUR-PLERED MAMA TB.KH.AHMAD BAKRY

1276

Oleh : Moh Haqie Annazili

Mama Sempur, seorang tokoh agama Islam yang disegani dan terkemuka, sehingga sekarang banyak pengunjung berziarah ke makam tersebut. Letaknya di Sempur-Plered, 14 km dari kota Purwakarta.
KH Tubagus Ahmad Bakri Tidak diketahui secara pasti kapan beliau dilahirkan. Tapi yang jelas Tubagus Ahmad Bakri adalah seorang ulama yang sangat berpengaruh di daerah Purwakarta. Bahkan hampir bisa dipastikan bahwa karena jasa beliaulah sejumlah pesantren berdiri di daerah tersebut. Tidak hanya itu, di kalangan masyarakat Jawa Barat nama Ahmad Bakri sangat terkenal sebagai guru tarekat tertinggi dalam ajaran tarekat Qadiriyah-Naqsabandiyah
Ayah beliau, Tubagus.Muhammad Saiydah Bin Tubagus Hasan Arsyid Bin Muhammad Mukhtar Bin Shulthan Abdul Fatah. Hjrah dari Banten ke daerah Plered tepatnya Citeko..Mama Sempur lahir di Citeko Plered.
Tubagus Ahmad Bakri Pernah belajar di Mekah. Pada waktu itu, tradisi belajar ke Timur Tengah sangat lazim di kalangan kiai tradisional. Di Mekah ia belajar tafsir kepada Sayyid Ahmad Dahlan, salah seorang ulama besar yang mengajarkan Islam Madzhab Syafi’i.
Di sana, ia juga belajar pada ulama Nusantara yang menetap di Mekah, yaitu Syekh Nawawi Al Bantani bin Umar Al Bantani dan Syekh Mahfud bin Abdulloh bin Abdul Mannan Atturmusy. Khususnya kepada Syekh Nawawi Al Bantani, Ahmad Bakri belajar fikih. selain belajar di mekkah beliau juga pernah belajar kepada Syekh al Habib Utsman bin Abdulloh bin Aqil bin Yahya Mufti .dan Syaikh Kholil bin Abdul Lathief .Demikanlah, KH Tubagus Ahmad Bakri mendalami pengetahuan agamanya dengan berguru kepada ulama Nusantara yang begitu terkenal.dan masih banyak lagi Ulama yang beliau timba ilmunya. Dalam keyakinan pelajar jawa bahwa mereka akan dianggap menyempurnakan pelajaran apabila mendapat bimbingan terakhir dari ulama kenamaan kelahiran Jawa (Zamahsyari, 1981).
Setelah pulang ke tanah air, Kiai Ahmad Bakri mendirikan sebuah pesantren di Darangdang, Desa Sempur, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Pesantren ini dinilai sebagai pesantren tertua di daerah tersebut. Demikianlah untuk selanjutnya ia mengelola pondok pesantren dan menjadi guru penyebar Tarekat Naqsabandiyah di daerah tersebut.
Pemikirannya Untuk mengungkap pemikirannya kita dapat melacaksejumlah catatan kecil yang ditulisnya,ceramah-ceramah serta kandungan kitab yang ditulisnya.Dalam Cempaka Dilaga, misalnya, KH Ahmad Bakri menjelaskan beberapa prinsip hidup yang harus dilakoni oleh umat Islam. Yaitu keharusan berbuat baik terhadap tetangga agar kita dapat hidup di dunia dengan aman,terutama aman dalam ibadah dan mengabdi kepada Allah.

Di bagian lain kitab ini, ia berpendapat bahwa seorang muslim hendaknya patuh dan menaati pemerintah,bahkan terhadap pemerintah yang dzolim sekalipun selama pemerintah tidak memerintahkan rakyatnya untuk menyalahi perintah Allah atau melarang untuk berbakti kepada Allah SWT.Selain itu,Mama Tubagus Ahmad Bakri menjelaskan bahwa dalam mengambil seorang muslim hendaknya pada prinsip-prinsip Ushul Fikih. Misalnya ketika seseorang dihadapkan pada dua pilihan yang tidak dapat dihindari, maka menurutnya orang tersebut hendaknya memilih perbuatan yang paling sedikit mudaratnya(akhaf al-dlaruryn). Ia juga menganjurkan agar seseorang mendahulukan untuk menolak mafsadat dari pada melakukan pekerjaan yang mendatangkan manfaat. Menurutnya, menghindari mafsadah lebih utama ketimbang mencari manfaat.KH Ahmad Bakri juga memperbincangkan perilaku manusia yang sangat mendasar, yaitu makan.
Menurutnya, makan
merupakan kewajiban, dan oleh karenanya makan termasuk bagian dari ajaran agama Islam. Karena makan merupakan salah sendi yang dapat menguatkan manusia dalam melaksanakan ibadah kepada Allah SWT. dan melakukan perintah-perintah-Nya.Lebih lanjut KH Ahmad Bakri menjelaskan bahwa seseorang sejatinya mengetahui etika makan.

Dengan demikian, seseorang dapat mencapai manfaat makan sehingga makan dapat dinilai sebagai ibadah.Mama Tubagus Ahmad Bakri termasuk ulama yang tidak sepakat dengan ajaran ajaran Wahabi dan beliau juga berperan dalam lahirnya Nahdlatul Ulama dan beliau juga sebagai pahlawan di negeri Ini.

* Ketua PAC IPNU Plered Purwakarta

comments