Menelisik Genologi Islam Transnasional di Indonesia

71

Menelisik Genologi Islam Transnasional di Indonesia

Oleh: Wahyu Iryana(Dosen di UIN Bandung )

Sabtu, (7 September 2019) bertempat di Gedung PWNU Jabar jalan Galunggung no. 9 Kota Bandung Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Jawa Barat mengadakan diskusi tentang Islam Transnasional di Indonesia, pemetaan organisasi terlarang di Indonesia yaitu Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sudah dibekukan oleh Pemerintah Indonesia. Acara yang diawali sambutan sekaligus pembuka awalan diskusi oleh Ketua IKA PMII Jabar KH. Nu’man Abdul Hakim.

Hadir sebagai pembicara KH. Chozin Khumaedi (Mantan Ketua PKC PMII Jabar/Duta Besar Libanon), KH. Nu’man Abdul Hakim (Mantan Ketua PKC PMII/Mantan Wakil Gubernur Jabar/Ketua IKA PMII Jabar), Ayok Heriansyah (Mantan Ketua HTI Bibel/Ketua LTN Kota Bandung/Pengurus LDNU Jabar), acara yang dipandu Sahabat Yosep Yusdiana (Mantan Ketua PKC Jabar) dihadiri oleh puluhan anggota IKA PMII Jabar dan para kader PMII se-Jabar uang masih aktif. Hadir pula Prof.Dr.Hj.Ulfiah.M.Si (Fatayat/IKA PMII Jabar/Warek IV UIN Sunan Gunung Djati Bandung), KH. Asep Saifuddin Abdillah (Sekertaris PWNU Jabar/Sekertaris IKA PMII Jabar), H. Ahmad Kurdi Moekri (Anggota DPR RI F-PPP), KH. Abdul Rofee (Kepala Sekolah SMP Plus As-Salam/Wakil sekertaris PWNU Jabar/IKA PMII Jabar). KH. Man Muhammad.

Mengawali diskusi KH. Chozin Khumaedi memetaan Genologi HTI di tingkat dunia, nasional dan regional. Kiai Chozin mengatakan bahwa di tempat asal pendiri Hizbut Tahrir Taqiyudin Annabani di Lebanon gerakan Hizbut Tahrir nyaris tak terdengar para ulama di Lebanon banyak yang tidak tahu apa itu Hizbut Tahrir. ” Di Libanon itu tidak ada gerakan Hizbut Tahrir padahal pendirinya Taqiyudin Annabani adalah orang Libanon. ”

Pembicara kedua adalah Ayik Heriansyah yang merupakan pelaku gerakan Hizbut Tahrir di Indonesia sekaligus mantan ketua HTI Bibel yang menyatakan keluar dari HTI dan bergabung ke NU dengan melakukan kaderisasi di PC GP.Ansor Kota Bandung dan PWNU Jabar. Ayik pemberikan testimoni gerakan HTI dari mulai sejarah kelahiran, aliran pendanaan, pola kaderisasi HTI, pembinaan anggota HTI, gerakan bawah tanah menguasai militer agar bisa kudeta, gerakan melawan pemerintah yang syah dan anti Pancasila. “Hizbut Tahrir itu menginginkan satu komando seluruh negara di bawah satu Khalifah, ini yang berbahaya negara apapun akan bubar kalau mengikuti konsep dan konspirasi Hizbut Tahrir. ” Tutur Ayik.

Pemaparan diskusi ditutup dengan staitment oleh KH. Nu’man Abdul Hakim sebagai ketua IKA PMII, Kiai Nu’man juga menegaskan peta konsep metode gerakan HTI dan mempertanyakan kenapa Saudara Ayik mantan ketua HTI Bibel keluar (murtad) dari HTI.

Diskusi kemudian dilanjutkan dengan dialog Islam Transnasional di Indonesia.
Sahabat H.Zaenal Arifin dalam seasen dialog mempertanyakan ciri khas ibadah pengikut HTI.
Termasuk juga salah satu audiens bernama Asep Saefudin yang mempertanyaan landasan inti yang bisa orang itu gampang masuk HTI kaitan landasan hukum Qur’an dan Hadisnya dan bagaimana cara mengcounternya, termasuk apakah bagi HTI, organisasi NU itu sebagai penghalang?
Sedangkan Ketua PKC PMII Jabar Fachurrurizal yang sedia hadir pada kesempatan tersebut menegaskan bahwa NU tetap menang dan berjaya dengan pola gerak HTI yang dianggap masif. NU secara kultur dan kultur sudah siap sedia di setiap lini dan pola gerak yang satu halaqoh aswaja. Fras (Sapaan akrab Fachrurizal/Ketua PKC PMII Jawa Barat) juga mempertanyakan apakah 60% PNS-PNS yang menginginkan syariat Islam itu sudah pasti baiat masuk ke HTI.
Pertanyaan kemudian dijawab oleh pembicara dengan gamblang dari buku ke hilir.

Ayik mengatakan bahwa sejak Sekolah Dasar (SD) dia sudah hobi baca, hampir semua buku dia baca karena kakaknya yang kuliah di ITB bawa buku buku Islam radikal dan berat-berat, termasuk sirah nabawi, sejarah-sejarah biografi dan pemikiran Al Ghozali, dia mengamati perkembangan gerakan Islam di Indonesia namun lingkungan dan keluarga Ayik sendiri adalah NU. Dia menginginkan agar ilmunya manfaat. Ketika kuliah di Universitas Indonesia (UI) Ayik aktif di HTI dan menjadi pengurus BEM sejak semester VI, kemudian hijrah ke Bebel kemudian menjadi ketua HTI.

Sedangkan KH. Chozin Khumaidi menegaskan agar anak muda NU, dan pengurus NU harus memperkuat harokah beraswaja agar tetap konsisten mengisi kemerdekaan, menjaga nilai nilai Islam yang rahmatan lil Alamin, manut pada Kiai, dan tetap teguh mempertahakan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Acara diakhiri dengan doa dan bersalaman salaman seluruh kader PMII dan pengurus IKA PMII Jabar.
Semoga PMII tetap jaya, selalu memberikan kontribusi berlebih untuk kemajuan bangsa, negara dan Islam yang rahmatan lil alamin.

comments