Mencetak Kader NU dari Bilik Pesantren

88

Bogor, (ansorjabar online)
Sudah tak asing lagi jika pergerakan Nahdhatul Ulama muncul dari bilik-bilik pesantren. Sehingga Pondok Pesantren menjadi basis lahirnya kader-kader muda NU. Walau tak jarang juga kader penggerak NU muncul dari lokasi yang berbeda.

Seperti halnya Pondok Pesantren Al-Hidayah, yang tepatnya berlokasi di Tajur Kecamatan Citeureup. Pesantren yang sangat kental dengan ke-NU-annya ini benar-benar menjadikan santri-santrinya sebagai para penerus muharrik NU yang harus memiliki kualitas dan daya juang kompetitif.

Hal ini dibuktikan dengan Kompetisi Sains Madrasah Ibtidaiyah (KSMI) tingkat Kecamatan Citeureup yang digelar pada tanggal 25 dan 26 Maret 2017 di MI Raudlatussalam Sukahati.

Menurut informasi pelaksanaan di tingkat kabupaten Bogor untuk KSM akan diselenggarakan pada tanggal 30 Maret 2017 di MTsN Cibinong, sementara itu untuk kegiatan AKSIOMA akan dilaksanakan pada tanggal 29 April 2017 di Sukaraja-Bogor.

Dari 22 MI yang ada di kecamatan Citeureup tercatat ratusan peserta didik dari berbagai Madrasah Ibtidaiyah ikut ambil bagian dan berperan aktif dalam berbagai cabang mata lomba KSM dan AKSIOMA.

Setidaknya mereka yang diutus oleh tiap madrasah adalah sebagai peserta didik pilihan terbaik hasil binaan di madrasahnya masing-masing.

Perhelatan Akbar KSM dan AKSIOMA tingkat Kecamatan Citeureup tahun 2017 ini secara resmi dibuka oleh Sekcam Kecamatan Citeureup, didampingi Pengawas Pembina Madrasah dari Kementerian Agama Kabupaten Bogor Wilayah Kecamatan Citeureup, Ketua KKMI Kecamatan Citeureup, Kepala MI Raudlatussalam selaku tuan rumah, Kepala Desa Sukahati, Utusan Koramil (Babinsa), Utusan Polsek (Babinkabtimas) dan dihadiri pula oleh seluruh Kepala MI dan Guru-guru pendamping serta para peserta se-Kecamatan Citeureup.

Selesai acara pembukaan seluruh peserta dengan para pendampingnya sangat antusias mengikuti pawai syiar madrasah yang mengitari lokasi sekitar tempat penyelenggaraan dan kegiatan pawai itu sendiri mendapat sambutan yang meriah dari penduduk masyarakat sekitar.

Hasil perhelatan akbar tingkat kecamatan tersebut, tentu sangat diharapkan bahwa dari peserta didik yang berhasil menjadi pemenang bisa terus berkiprah hingga tingkat kabupaten, provinsi bahkan mungkin tingkat nasional.

Oleh karena itu, kelak peserta yang menjadi pemenang harus terus dibina dan kemampuannya terus diasah oleh masing-masing guru pembina di madrasah. Untuk tahun ini di tingkat kecamatan sendiri, beberapa mata lomba yang di laksanakan untuk AKSIOMA adalah Marawis, Pidato Bahasa Indonesia, MTQ, MHQ, Kaligrafi, Futsal, Atletik (Lari 80 m/pa, 60m/pi) dan Catur.

Untuk kegiatan Kompetensi Saint Madrasah (KSM) adalah Mata Pelajaran Matematika, dan Saint yang didalamnya terintegrasi dengan materi pendidikan agama Islam.

Bagi MI Al Hidayah sendiri, KSM dan AKSIOMA adalah kegiatan rutin yang tentunya harus menjadi bagian program kegiatan madrasah. Oleh sebab itu, dengan kemampuan yang dimiliki tetap berupaya mempersiapkan diri mulai dari perencanaan, seleksi peserta melalui kegiatan pekan Maulid, dan melakukan upaya pembinaan sehingga ketika mengikuti kedua kegiatan tersebut, siswa yang dikirim adalah siswa hasil binaan dan telah dipersiapkan sebelumnya.

Pembinaan yang dilakukan oleh guru yang ditunjuk, juga dilakukan dengan memanfaatkan waktu pada kegiatan menjelang dan setelah KBM, juga dapat dilakukan di luar jam pelajaran atau pun diwaktu-waktu tertentu dengan pengkondisian seperlunya sesuai kebijakan masing-masing guru pembinanya.

Niat baik disertai kekompakkan dan kebersamaan semuanya, tentunya akan menjadi modal tersendiri bagi madrasah dalam upaya meningkatkan kemampuan peserta didiknya dalam mengikuti KSM dan AKSIOMA tersebut.

“Alhamdulillah, berangkat dari pengalaman sebelumnya dan upaya yang dilakukan secara maksimal sesuai dengan kemampuan sendiri, tahun ini MI Al Hidayah Tajur kembali berhasil mempertahankan Juara Umum Tingkat Kecamatan Citeureup pada kegiatan KSM dan AKSIOMA 2017 yang diselenggarakan di MI Raudlatussalam Desa Sukahati dan diikuti oleh 22 MI yang ada di kecamatan Citeureup.

Dari cabang KSM dan AKSIOMA yang diperlombakan tahun ini” begitu ujar E. Sirojudin, S. Ag selaku Kepala Madrasah ibtidaiyyah juga Dewan Pembina di Pondok Pesantren tersebut.

Toto Idrus Taufiq, S. Ag, sebagai tim penasehat KSM dan AKSIOMA MI Al-Hidayah Tajur mengatakan bahwa “ini tak lepas pula dari rangkaian amaliyah NU yang kami terapkan disini, semua santri kami berikan tugas bagaimana memimpin ratib, memimpin tahlil, membaca maulid diba’ dan burdah juga kegiatan muhadhoroh (public speaking) yang dilakukan di Pesantren ini. Adalah salah jika amaliyah-amaliyah NU ini sudah ketinggalan zaman, buktinya kami bisa mengamaliyahkan amalan tradisional sekaligus membentuk santri yang moderan juga modern” tegas beliau yang juga di MWCNU Kecamatan Citeureup selaku ketua Umum.

Terakhir, beliau meminta doa agar kelak Al-Hidayah dapat mewakili Kabupaten Bogor di Provinsi Jawa Barat.(aziz ian)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Comments

comments