Mahasiswa Majalengka Turun ke Jalan, Dukung Perjuangan Rakyat Sukamulya

218

Majalengka,- Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Majalengka turun aksi ke jalan, Sabtu (19/11), mengutuk keras tindakan represif aparat terhadap masyarakat Sukamulya dalam insiden bentrokan aparat dengan warga setempat beberapa hari yang lalu.

Aksi mahasiswa yang dikawal sejumlah kepolisian ini digelar dengan melakuakn longmarch sepanjang Jl. K.H Abdul Halim hingga ke depan kantor Bupati Majalengka.

Menurut Koordinator Lapangan Aksi Rizki Caesar aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas mahasiswa atas perjuangan masyarakat petani Sukamulya dalam mempertahankan hak atas kepemilikan tanah yang akan dijadikan proyek pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Kami mengutuk keras tindakan represif aparat dan mendesak segera tarik mundur aparat dari Desa Sukamulya”, ujar Rizki dalam orasinya.

Dikatakan oleh Rizki, bentrokan aparat dengan warga Sukamulya ditengarai terjadi tindakan kekerasan yang dianggap melanggar Hak Azasi Manusia (HAM).

Sementara itu Ketua Korp Pergerakan Mahasiswa Islam Putri (Kopri) Majalengka Dede Sri mengatakan kehadiran aparat di Desa Sukamulya dalam bentrokan itu telah mengakibatkan rasa takut kepada kaum perempuan dan anak-anak setempat.

“Akibat kepungan aparat dengan menembakan gas air mata telah mengakibatkan peristiwa trauma pada kaum perempuan dan anak-anak. Negara yang seharusnya melindungi warga, telah menciptakan rasa takut dan terror”, tegasnya.

Pada kamis (17/11) siang, telah terjadi bentrokan warga Sukamulya dengan 1.500 lebih aparat gabungan yang akan melakukan pengukuran untuk sarana penunjang pembangunan BIJB. Akibat dari insiden tersebut, Polda Jawa Barat menerangkan ada 6 warga yang ditangkap. (Wanding/Rus)

 

 

comments