Magelang, Cahaya Untuk Indonesia

11

Magelang, Cahaya Untuk Indonesia

Oleh : Vinanda Febriani

Aksi teror belakangan marak terjadi di Indonesia, diawali dengan tragedi Mako Brimob Depok 9 Mei lalu, kemudian di susul dengan teror bom di tiga Gereja di Surabaya pada 13 Mei, di Sidoarjo, dan di daerah-daerah lain yang memakan banyak korban ‘tak bersalah’. Kegelisahan dan keprihatinan mendalam atas gugur dan tumbangnya para ‘Pahlawan’ dan rakyat kecil ‘tak berdosa’ mengguncang hati nurani seluruh elemen rakyat Indonesia. Mereka mengutuk keras kebiadaban para teroris, bahkan juga kepada oknum yang justeru mendukung kebiadaban tersebut.

Berbagai aksi solidaritas masyarakat dilakukan di tiap-tiap daerah di Indonesia, seperti menggalang dana untuk korban ataupun untuk keluarga korban, transfusi darah untuk para korban, hingga melakukan aksi ‘seribu lilin’ dan do’a bersama untuk korban serta untuk kedamaian Indonesia. Di Magelang misalnya, pada Rabu malam (15 Mei 2018) para masyarakat, Polri dan netizen menggelar kegiatan do’a bersama dan penyalaan lilin ‘Cahaya Untuk Indonesia’. Berlokasi di depan bundaran tugu Soekarno-Hatta, Mungkid-Magelang, para elemen masyarakat magelang dan beberapa kabupaten yang ikutserta dalam aksi ini, Polres Kabupaten Magelang, ormas-ormas sosial, mahasiswa, keagamaan hingga netizen Jamaah Kopdariyah turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Aksi Solidaritas dimulai pukul 19:30, di awali dengan tanda-tangan hadirin di secarik kain yang telah disediakan oleh panitia. Kemudian ditampilkannya beberapa pentas seni hiburan seperti seni musik akustik, drama treatrikal, puisi dan lain-lain. Juga tak lupa para hadirin dalam aksi solidaritas ini bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan kemudian acara ditutup dengan penyalaan lilin serentak yang diiringi dengan renungan, do’a dan lagu ‘Gugur Bunga’.

Dalam kegiatan ini, tiap perwakilan organisasi atau komunitas membacakan maklumat pernyataan sikap terkait tindak kejahatan terorisme yang terjadi di Indonesia. Mereka semua mengecam, mengutuk keras, ikut berbela sungkawa atas jatuhnya korban jiwa, meminta pemerintah untuk tegas, mendukung penuh kinerja Polri-TNI untuk mengamakan Negeri, serta mendesak DPR untuk segera menyelesaikan dan mengesahkan RUU Anti Terorisme menjadi UU.

Dalam aksi solidaritas ini, AKBP Hari Purnomo SIK. SH. selaku Kapolres Kabupaten Magelang juga menyampaikan rasa duka yang mendalam atas gugurnya korban baik dari anggota Polri dan juga masyarakat akibat serangan dari teroris.

“Kita tidak boleh larut dalam kesedihan, kita harus bangkit, kita tidak boleh takut, ‘ojo wedi’. Kta harus bangkit untuk melawan teroris” ungkap Kapolres Kabupaten Magelang dalam kegiatan ini.

Pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terlalu terlena dalam kesedihan dan terlalu larut dalam duka. Teroris adalah musuh kita bersama, karena mereka telah menentukan sasaran yang tidak bisa diprediksi, siapapun bisa saja menjadi target kebiadabannya.

“Rekan-rekan bisa lihat, korbannya berjatuhan. Masyarakat, bukan hanya TNI-Polri. Itu artinya, Teroris adalah musuh kita bersama. Mari bangkit, bersatu, bergerak bersama-sama secara masif untuk memberantas teroris dengan tuntas” pihaknya melanjutkan.

Kapolres Kabupaten Magelang menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang sangat tinggi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah memberikan dukungan luar biasa kepada Polri dan TNI untuk menuntas habis para teroris. Akan tetapi lanjutnya, Polri dan TNI tidak bisa bergerak sendirian, mereka sangat membutuhkan dukungan dan kerjasama seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu mendukung pemerintah memberantas habis para teroris. Gerakan ini harus dilakukan secara masif karena mereka telah menyatakan perang nyata melawan Indonesia dengan menyebar berbagai teror dan ketakutan kepada rakyat Indonesia.

Terakhir, pihaknya meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk meninjau kembali, menyaring informasi berkaitan dengan tindak kejahatan terorisme yang marak tersebar di seluruh elemen masyarakat supaya tidak disalah-gunakan untuk kepentingan oknum yang tidak bertanggungjawab yang kemudian menjurus kepada aksi kelompok-kelompok radikal.

Mari bersatu lawan teroris
Ojo wedi, senajan awakdhewe iku bener !

Salam Persatuan dalam Kebhinnekaan !
Terus tebarkan kebaikan, taburkan cinta kasih dan berbagi karunia, kedamaian untuk semuanya.

Ditulis dengan penuh rasa cinta.
Vinanda Febriani
Siswi kelas XI di MA Ma’arif Borobudur, Magelang.
Netizen Jamaah Kopdariyah Magelang Raya.
Borobudur. Rabu, 16 Mei 2018.

comments