Libur Sekolah Hari Selasa Dinilai Kurang Tepat

209

Purwakarta – Lagi-lagi Bupati Purwakarta membuat heboh di dunia pendidikan, yang mengeluarkan ide gila bahwa peserta didik di hari Selasa diliburkan dan ikut orang tua bekerja.

Pemulangan siswa yang mendadak itu membuat orang tua pelajar kaget dan merasa dirugikan oleh kebijakan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.
“Kami sudah mempersiapkan segala keperluan anak untuk di berangkat sekolah mulai dari jam 5 subuh, tiba tiba anak disuruh pulang ke rumah,” ujur Titin (38) orang tua pelajar SD, Selasa (29/11)

Sedangkan menurut pakar pendidikan Kab. Purwakarta Dr. Yusep Solihudien, M.Ag kebijakan yang di keluarkan Bupati Dedi Mulyadi tujuannya sangat bagus Birrul Walidaini, namun itu bisa dilakukan waktu libur Sabtu dan Minggu akan lebih tenang dan enjoy. “Tujuannya sangat bagus tapi kalau diliburkan di jam efektif kurang tepat, karena ada kurukulum formal yg harus dicapai dalam satu semester,” paparnya saat di hubungi lewat ponsel

Proses pembelajaran Birrul Walidaini dalam membantu pekerjaan orang tua harus setiap waktu, setiap hari ditanamkan pada siswa jangan mengganggu jam efektif.
“penghayatan profesi tidak harus ikut langsung, karena secara teknis justru dapat mengganggu pekerjaan, kalau sesekali boleh. sekarang ada banyak media internet untuk bisa memahami aneka profesi kehidupan,” jelasnya

Padahal Bupati Purwakarta sudah menetapkan di hari sabtu para pelajar untuk orang tuanya, hal itu bisa dijadikan moment anak dan orang tua.
“Kan pada hari sabtu sudah ada waktu banyak untuk anak dan orang tua”, tandasnya.

Selain itu, Kebijakan yang dikeluarkan oleh bupati dinilai kurang pengajian secara komprehenaif.
“hematnya dewan pendidikan mengambil peran control agency dan advisory agency, tutupnya (ans)

comments