Kiai Said Sayangkan Demo 313 Atas Nama Agama untuk Pilkada Jakarta

475

Jakarta, (Ansorjabar Online)

Ketua Umum Pengurus Besar Nahldtul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menilai Demo 313 yang akan digelar pada Jumat 31 Maret oleh sejumlah orang mengatasnamakan umat Islam Indonesia adalah karena alasan politik.

“Ini masalahnya Pilkada (DKI Jakarta),” kata Kiai Said di Gedung PBNU, Rabu (29/1).

Ia meminta kepada siapa pun umat Islam untuk tidak menggunakan agama dalam meraih kekuasaan karena itu hanya akan membuat citra agama tersebut menjadi negatif. “Yang saya sayangkan adalah mengatasnamakan agama demi mengalahkan pasangan calon lain,” tegasnya.

Kiai Said mengkhawatirkan, pasangan calon yang diusung dengan kampanye atas nama agama menang, namun nanti saat proses memimpin ditemukan ada kasus korupsi, tidak bertanggung jawab, dan tidak mampu mengentaskan permasalahan masyarakat bawah, maka yang kena imbasnya adalaha agama itu sendiri.

“Allah diajak kampanye. Ternyata pejabatnya korup, kemiskinan dimana-mana. Apa itu hasil membawa Allah di dalam politik,” cetusnya.

Bahkan, Kiai Said memberikan pagar jika di dalam politik itu tidak ada urusan agama. Begitupun sebaliknya. “La siyyasa fiddin wa laddin fis siyasah. Tidak ada politik di dalam urusan agama dan tidak ada agama di dalam urusan politik,” urainya.

Terkait hal itu, Kiai Said berargumen jika penggunaan agama sebagai alat politik itu rawan penyimpangan. Termasuk demo yang mengatasnamakan agama itu rawan diselewengkan. Baginya, demo itu hanya buang-buang tenaga, uang, dan waktu. “Hanya karena Ahok, 3 juta orang dikerahkan (untuk demo),” terangnya.

Alasannya menolak demo tersebut bukan karena ia membela atau mendukung salah satu pasangan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama. “Bukan saya membela Ahok. Waallahi,” kata Kiai Said dengan bersumpah.

Pengasuh Pesantren Al-Tsaqofah itu berkali-kali mengatakan jika seseorang tidak suka dengan salah satu pasangan calon gubernur, maka tinggal tidak usah dipilih. “Gak usah demo-demo,”  pungkasnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Sumber : NU Online

Comments

comments