KH Said Aqil Siroj Ajak WNI di Mesir Tahlil di Makam Cucu Rasulullah SAW Dan Para Ulama Besar

487

Kairo, (AnsorJabar Online)
Usai Konferensi Internasional di rUniversitas Al-Azhar, rangkaian kunjungan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA ke Mesir berikutnya adalah ziarah ke makam para sahabat, tabiin, tabiit-tabiin dan ulama. Di antaranya ziarah ke makam Sayyidina Husain bin Ali bin Abu Tholib di kawasan Old Kairo.

“Ayo kita tahlil,” ajak Kiai Said Aqil Siroj sesampai di makam Sayyidina Husain.

Tahlil dengan bacaan khas Indonesia pun berkumandang. Kiai Said Aqil memimpin langsung bacaan tahlil. Suasana khusyu’ tercipta hingga tahlil usai. Kiai Said Aqil pun sedikit memberikan nasehat kepada para mahasiswa NU yang mengikuti ziarah.

“Kalian harus membiasakan ziarah ke makam, langsung mendatangi makamnya meski didoakan dari rumah juga sampai ke ahli kubur. Karena kita ini NU,” kata Kiai Said Aqil.

Setelah tahlil di makam Sayyidina Husain bin Ali bin Abu Tholib, Kiai Said mengajak untuk ziarah ke makam Ibn Atha’illah as-Sakandari. Sufi besar ini sangat mempengaruhi Kiai Said Aqil di samping Syaikh as-Syadzili.

“Masih ada waktu, kita ke makam Syaikh Ibn Atha’illah.” Ajak Kiai Said Aqil Siroj.

Selesai tahlil di makam Syaikh Ibn Atha’illah, Kiai Said Aqil kembali mengingatkan pentingnya ziarah kubur. Di samping itu juga mengenang kehidupan Syaikh Ibn Atha’illah.

“Ilmu yang tinggi, luas wawasan itu tidak ada artinya saat seseorang tidak mampu menghadirkan kekhusyu’an di dalam hatinya,” ujar Kiai Said Aqil.

Karena itu, imbuh Kiai Said Aqil, sejak dini hati manusia harus dilatih agar selalu berzikir kepada Allah.
“Menjadikan hati kita khusyu’ tempat bersemayamnya Allah,” kata Kiai Said Aqil. Berikutnya ziarah dilanjut ke makam Imam Waqi’. (ANW/KSF/KIA).

Comments

comments