Kemenag Selenggarakan Program Persiapan Studi Lanjut (PPSL) Luar Negeri

Kemenag Selenggarakan Program Persiapan Studi Lanjut (PPSL) Luar Negeri

Nusa Dua—Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ditjen Pendidikan Islam akan menyelenggarakan Program Persiapan Studi Lanjut (PPSL) bagi dosen dan Alumni PTKI agar bisa melanjutkan studi program S2 dan S3 ke universitas di luar negeri.

Dalam acara Pembukaan Rapat Koordinasi Perguruan Tinggi Penyelenggara PPSL, pada Jum’at (19/11) di Nusa Dua Bali, Dirjen Pendidikan Islam, Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, M.T mengatakan program beasiswa harus didukung debgan program persiapan yang tidak hanya membekali kemampuan bahasa asing, akademik tetapi juga cross culture, wawasan kebangsaan dan moderasi beragama.

“Mereka yang akan belajar di kampus luar negeri akan membawa wajah Indonesia di hadapan dunia internasional”, kata Dani.

Guru Besar UIN Gunungjati Bandung ini menekankan agar pengelola beasiswa Kementerin Agama akan terus mengedepankan transparansi, integitas dalam proses seleksi, maupun program-program pendukung.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Prof. Dr. Amin Suyitno, M.Ag mengatakan PPSL merupakan program inovatif yang diharapkan dapat meningkatkan kompetensi bahasa asing, proposal riset.

“Masalah kemampuan bahasa asing dan proposal riset menjadi salah satu titik lemah yang harus dibenahi dalam mempersiapkan program S2 dan S3, sehingga akan semakin banyak para dosen, tenaga kependidikan dan Alumni PTKI yang akan studi pada jenjang S2 dan S3 di berbagai kampus Luar Negeri”, terang Suyitno.

Dalam laporannya, Ketua PMU 5000 Doktor Luar Negeri Yeni Ratna Yuningsih mengatakan PPSL pertama ini ada 135 peserta, yang akan tersebar di 11 PTP terpilih dan akan dilaksanakan selama satu bulan.

Hadir pada kegiatan Rakoor PTP PPSL, Kasubdit Akademik Syafi’i, Kasubdit Ketenagaan Ruchman Basori, Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan M. Sidik Sisdiyanto, Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Suwendi, Kasubbag TU Muhammad aziz Hakim, Tim PMU 5000 Doktor LN dan JFU lainnya.(RB)

comments