Kang Pipin : Santri dan Kiai Ikut Berjuang Usir Penjajah

59

CIANJUR, (Ansorjabar online) – Tidak mau ketinggalan dan dianggap tertinggal ratusan santri dari Pondok Pesantren Al-Riyadl Cipanas menggelar upacara merdeka. Uniknya kaum tradisionalis ini memiliki cara yang berbeda dalam berpakaian. Lain hal masyarakat pada umumnya mereka berupacara menggunakan sarung,baju koko dan bertutupkan kepala dengan peci.

Berdasarkan pantauan Ansor Jabar Online Sejak pagi para santri sudah berkumpul dilapang Terbuka loji Alriyadl Cipanas untuk berbaris menyambut kemerdekaan, pasukan pengibar bendera pun demikian mereka berpaian seperti santri pada umumnya.

“Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ini merupakan implementasi kecintaan terhadap tanah air. Kemudian ini perlu di tanamkan pada santri supaya santri ini percaya diri bahwa sejarah mencatat santri dan para kiai berjuang dalam memerdekakan negara in,” kata pimpinan Pondok Pesantren Al riyadl Cipanas KH.Pipin S Arifin kepada Ansor Jabar Online kamis (17/08/2017)

Menurutnya, kecintaan terhadap tanah air ini harus senantiasa di tanamkan kepada para santri terutama rasa nasionalisme agar santri tidak terkontaminasi oleh paham – paham yang tidak sesuai dengan konstitusi negara.

“Terutama nasionalisme agar para santri ini tidak terkontaminasi oleh paham radikal,” katanya.

Saat dimintai tanggapan, salah seorang santri Alriyadl Cipanas Muhammad Wafa Fauzan mengaku bangga menjadi santri dan senang bisa melaksanakan upacara bersama kawan santri lainnya pasalnya jarang sekalli bisa berupacara dengan berpakaian santri pada umumnya.

“Ini merupakan manifestasi hubbul waton minal iman kecitaan terhadap tanah air itu merupakan sebagian dari iman. Kemerdekaan belum selai perjuangan masih panjang arti kemerdekaan harus berdampak pada terciptanya keadilan sosial,” kata wafa.

Pria yang akrab di sapa mang wafa itu berujar, kemerdekaan ini harus terus di manfaatkan untuk memperbaiki kehidupan masyarakat. kemerdekaan bukan hanya jadi kata saja namun harus betul di implementasikan pada kerja – kerja nyata dan rasakan dari waktu kewaktu.(Sopwan Muhammad)

Comments

comments