Kampus di Daerah Minoritas Muslim

36

Catatan dari Fatoni University Thailan:
Kampus di Daerah Minoritas Muslim

Pattani—Mahasiswa Program Beasiswa Bidikmisi IAIN Metro Lampung melakukan Student Mobility Program (SMP) ke Thailan, tepatnya di Fatoni University (FU) Thailan. Kedatangan mereka diterima langsung oleh Rektor Asst. Prof. Dr. Ismaillutfi Japakiya beserta civitas akademika.

Ismaillutfi Japakiya mengatakan bahwa kampus Universitas Fatoni adalah universitas swasta yang dibangun atas dasar spirit Al-Quran. “Kami tidak mengkhususkan pada kajian ilmu-ilmu keislaman, namun membuka fakultas sains dan teknologi serta ilmu-ilmu umum lainnya yang kami gali dari Al-Quran,” katanya di Pattani, Kamis (15/03).

Harapannya, siapapun yang belajar di universitas ini dapat memimpin kehidupan, dalam bimbingan Alloh Swt sebagai Tuhan yang rabbul alamin. “Kita harus menggunakan hidup ini dengan baik sesuai dengan apa yang dimaui Tuhan kita. Disinilah hakikat kehidpan (haqiqitul hayat) sangat penting untuk menuju hayatii jannati”, ujar Ismail.

Ismailluthfi menyampaikan paparan makalahnya yang ditulis dengan Arab Pegon dengan judul 15 Sifat Hayati Jannati, yang diikuti oleh mahasiswa peserta Studen Mobility Program dengan antusias. “Antum semua sudah menjadi orang Inggris, sehingga hampir semua menggnakan bahasa Inggris dan melupakan Arab Pegon. Mari kita budayakan dan kembangkan kembali sebagai kekayaan intelektual kita”, kritik Ismail kepada para mahasiswa.

Rektor yang juga Ketua Majlis Kerjasama Antar Agama Thailan ini merasa senang dan bangga kepada para mahasiswa Indnesia. “Saya berkeiginan ada diantara kalian 3-4 orang dapat melanjutkan studi program magister di kampus ini secara cuma-cuma” kata Ismail.

Kampus Fatoni University beralamatka di 135/8 M. 3T. Khoutoom A. Yarang CH. Pattani. Daerah yang sebagian besar penduduknya beragama Islam. Total jumlah penduduk Thailan 70 juta dan 80 prosennya adalah beragama Budhis. Islam 10 %, Hindu, Kristen, Konghucu, dan agama six 10%.

Mungkin karena berada didaerah komunitas muslim di negara yang mayoritas penduduknya beragama Budhis, Universitas Fatoni menjadi dikunjungi oleh banyak tamu dari manca negara. Mahasiswa UF juga berasal dari sekitar 14 negara, di antaranya China, Kamboja, Laos, Myanmar, Papuanugini, Yordania, Arab Saudi, juga Indonesia. Mahasiswa terbanyak adalah dari China dan Kamboja.

Universitas Fatoni memiliki 4000 mahasiswa tersebar di empat fakultas, yaitu Fakultas Pengajian Islam dan Undang-Undang (PAI), Fakultas Sastra dan Sains Kemasyarakatan, Fakultas Sains dan Teknoligi dan Fakultas Pendidikan.

Ku Aris Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Melayu dan Indonesia Fakultas Sastra dan Sains Kemasyarakatan mengatakan sudah dua tahun terakhir ini, kami membuka konsentrasi Bahasa Indonesia yang salah satu dosennya adalah berasal dari Bantul Jogjakarta yaitu Silahuddin.

Lulusan S2 Lingistik UGM ini menginformasikan bahwa pihaknya dibantu dosen Bahasa Indonesia dari Pusat Pengembangan dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK) Kemdikbud RI dalam dua tahun ini.

SMP dilaksanakan selama satu minggu, 11 – 17 Maret 2018. Program ini diikuti 72 mahasiswa Bidikmisi angkatan 2014 dan 2015 serta 9 orang pendamping. SMP untuk peserta Bidikmisi adalah kali pertama, sedangkan untuk Program Pascasarjana (S2) untuk kali ketujuh.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IAIN Metro Ida Umami mengatakan kunjungan kali ini adalah yang ke lima, dengan membawa mahasiswa berprestasi penerima Beasiswa Bidikmisi. “Saya mengira diantara mereka ini tidak pernah bermimpi bisa pergi ke Luar Negeri, bahkan sekedar mempunyai paspor pun tidak”, canda Ida.

Ida Umami menegaskan bahwa kehadirannya ke Universitas Fatoni adalah untuk menambah wawasan dan pengalaman kita agar mengetahui sistem pendidikan di luar negeri sekaligus tradisi keilmuannya. “Kami minta kepada Pak Rektor untuk memberikan tausiyah, agar para mahasiswa ini dapat istiqomah dalam beragama, berbangsa dan menuntut ilmu”, harap Ida.

Kepala Seksi Kemahasiswaan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ruchman Basori mengatakan telah banyak putra-puteri Pattani yang mengambil studi melalui beasiswa di sejumlah PTKIN di Indonesia.

“Kerjasama meningkatan akses dan mutu terhadap anak-anak Pattani agar mndapatkan pendidikan tinggi harus terus dilakukan sebagai bentuk affirmasi”, kata Ruchman.

Rombongan IAIN Metro didampingi oleh Kepala Biro Adminsitrasi Umum Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK) Zahdi Taher, Wakil Dekan III Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Yudiyanto, Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Nizarudin, Wakil Dekan II Fakultas Syariah Netty Hermawati, Ketua Jurusan PAI Pascasarjana Sri Andri Astuti, Imam Purwoko dan Haris Setiadji JFU IAIN Metro.(RB)

Comments

comments