JELANG KEJURNAS III PSNU PAGARNUSA JAWA BARAT GELAR KEJUARAAN

55

JELANG KEJURNAS III PSNU PAGARNUSA JAWA BARAT GELAR KEJUARAAN

Cirebon, pwansorjabar.org –Pancak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagarnusa jawa Barat gelar kejuaraan pada 16-17 Desember 2019 yang berlokasi di Gedung Serbaguna Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon, Jalan Dewi Sartika, Sumber, Cirebon.

Kegiatan tersebut merupakan seleksi para Pendekar Pagarnusa Jawa Barat untuk mengikuti Kejuaraan Nasional III yang akan dihelat pada 2-7 Januari 2020 di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Sekitar 625 Pendekar dari berbagai kelas yang merupakan perwakilan dari 26 cabang/ Paguron Pagarnusa di seluruh Jawa Barat ikuti seleksi tersebut.
Asep Saepudin Saeful Millah Ketua PSNU Pagarnusa Jawa Barat mengatakan selain sebagai penjaringan kader untuk mengikuti Kejurnas Januari mendatang, kegiatan tersebut juga merupakan ajang silaturahim antar pengurus/ pendekar diseluruh Jawa Barat, selain itu Kang Sevai (Sapaan akrab Ketua Pagarnusa Jawa Barat) menambahkan kegiatan ini bias dan harus menjadi ajang pembuktian atau “unjuk gigi”para pendekar Jawa Barat memperlihatkan kemampuan serta potensinya.
Disinggung mengenai ditetapkannya Pencaksilat sebagai Warisan Dunia tak benda oleh UNESCO (The United Nations Education, Scientific, and Cultural Organization) Kang Asep Milah biasa disapa mengatakan bangga menjadi bagian dari Pesilat Nusantara serta siap menjaga warisan tersebut tetap eksis dengan berbagai macam tantangan serta dinamika zamannya” dengan ditetapkannya Pencaksilat sebagai Warisan Dunia saya sebagai bagian dari Pagarnusa merasa bangga menjadi Pesilat Nusantara serta siap berkomitmen menjaga warisan tersebut sebab dengan penghargaan tersebut selain dari kebanggaan dan potensi yang baru pasti akan muncul juga tantangan beserta permasalahan baru” Pungkasnya.
Dilansir dari cnnindonesia.com , dengan ditetapkannya pencak silat, saat ini Indonesia memiliki satu warisan budaya tak benda UNESCO. Secara keseluruhan Indonesia memiliki sembilan situs warisan budaya dan alam, dan 15 cagar biosfer Indonesia. Jumlah tersebut merupakan yang terbesar di antara negara ASEAN lain. (Yehezkiel).

comments