Jabar Tertinggi Aksi Intoleransi, Masyarakat Harus Hati-hati

22

CIREBON, ansorjabar online- Peneliti Fahmina Institute Devida membeberkan, dari data yang dirilis Setara Institute Jakarta, terjadi 208 peristiwa pelanggaran kebebasan beragama atau berkeyakinan di Indonesia dengan 270 bentuk tindakan yang tersebar di 24 provinsi.

“Sebagian besar pelanggaran terjadi di Jawa Barat, yaitu dengan 41 Pelanggaran, makanya menginjak momen politik dan apapun mendatang masyarakat harus lebih teliti dan berhati-hati,” ungkapnya.

Devida menjelaskan, angka tinggi juga terjadi di DKI Jakarta yaitu 31 peristiwa dan Jawa Timur 22 peristiwa.

“Secara garis besar, dalam setiap laporan tahunan berbagai lembaga, tercatat Provinsi Jawa Barat selalu menjadi provinsi paling banyak terjadi diskriminasi dan intoleransi atas nama agama.

Untuk itu pihaknya menggandeng komunitas dalam hal ini Perisai Institute di Indramayu menghelat agenda Workshop Jaringan Tangkal Radikalisme dan Hate Speech (ujaran kebencian, red).

“Yang diundang diantaranya adalah pihak kepolisian, Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB), PCNU, Muhammadiyah, GP Ansor, Fatayat, dan tokoh agama yang jumlahnya hanya 40 orang saja.

Diakuinya, dalam forum tersebut seluruhnya adalah pembicara, kita akan memetakan sedetile mungkin bagaimana bersama-sama menjaga masyarakat agar tidak diombang-ambing dengan informasi yang salah yang menjurus kepada aksi intoleran bahkan diskriminasi terhadap sesamanya. (caz)

Comments

comments