Ini Pesan Terakhir Ajengan Haurkuning Sebelum Wafat

863

KH. Saefuddin Zuhri adalah sosok figur kharismatik dan ahli ilmu alat.  Beliau adalah Pendiri Pondok Pesantren Baitul Hikmah Haurkuning Salopa Kabupaten Tasikmalaya.

Banyak pesan-pesan yang beliau sampaikan ketika masih hidup, kebiasaan mengumpulkan santrinya dan memberikan petuah untuk mengingatkan santri dan masyarakat terus dijalaninya dalam keadaan apapun seperti ketika sakit sampai detik detik menjelang akhir hayatnya.

Diakhir hayatnya Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Tasikmalaya 2010 itu menyampaikan pesan tentang pentingnya sholawat kepada para santri dan masyarakat ketika pengajian kitab nashoihuddiniyyah tepatnya hari jum’at 30 Agustus 2013.

Aktivitas sholat magrib berjamaah magrib seperti biasa, Pengajian Nashoihulddiniyyah yang diikuti santri mutaqoddim dan masyarakat termasuk penulis yang ketika itu bergiat sebagai santri baitul hikmah hairkuning.

Kegiatan pengajian diiringi suasana senyum dan sahaja dari bapak ajengan membuat semua mustami’ tak ingin ketinggalan dan memperhatikannya.

Bahasan kali itu adalah tentang sholawat, Kiai saefuddin memberikan pesan tentang pentingnya sholawat melalui syair dalam kitab marqotul mahabbah dan langsung diikuti oleh seluruh jamaah pengajian.

Inilah syairnya:

الاايهاالاخوان صلوا وسلم # على المصطفى فى كل وقت وساعة

He sakabeh dulur-dulur urang sing getol tadakur #

 Maca sholawat jeung salam ka nabi nu langkung masyhur

فان صلاة الهاشمي محمد # تنجي من الاهوال يوم القيامة

Saenyana sholawat teh eta nu jadi wasilah#

Salamet tina pakewuh riweuhna poe kiamah

Setelah usai pengajian dan berjamaah isya seperti biasa beliau sholat shunat ba’da isya dan ketika bangun dari ruku’ menuju i’tidal beliau  jatuh kebelakang tepat di pangkuan seorang santri. Sempat mau dibawa oleh dewan santri namun ketika keluar masjid menuju rumah, kiai ahli alat ini menghembuskan nafas terakhirnya.

Kiai yang kala itu menjadi musytasyar PCNU Kabupaten Tasikmalaya pada subuh hari itu sempat mengumpulkan seluruh santri dan memberikan 3 amanat, yaitu Satu, sing pinter ngaji dua, sing alus akhlaq dan ketiga, getol ibadah.

*Ditulis oleh husni mubarok (sekretaris PC IPNU Kabupten Tasikmalaya/alumni pesantren baitul hikmah haurkuning) ketika mengingat masa dipondok bersama rekannya Denhaz Nurul Hakim.

 

Comments

comments