Hadapi Persoalan Bangsa, Mensos Khofifah: Perbanyak Munajat dengan Membaca al-Anfal Ayat 9

92

Tasikmalaya, (ansorjabar online)
Berkaitan dengan tugas keluarga, ketika hukum telah mewajibkan kepada bapak, bukan berati ibu lepas tanggung jawab.

ini muhasabah kita bersama, namanya muhasabah berarti saling koreksi, saling introspeksi, saling refleksi, bukan beraksi. tidak kalah pentingnya menjaga pertahanan Nasional harus dimulai dari pertahanan keluarga.

Hal tersebut disampaikan di depan ribuan Jema’ah oleh Ketua Umum PP Muslimat Dra.Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Sos dalam Mauidzah Hasanahnya pada peringatan Harlah NU ke-94 dan Muslimat ke-71 sekaligus Peringatan Isra Miraj di Mesjid Agung Kota Tasikmalaya, Ahad (30/4).

“NU punya tugas berat, muslimat juga punya tugas berat, tugas berat kita menjaga bangsa, menjaga negara, menjaga ummat, jadi kalau ada TNI, maka Banser, warga NU, Muslimat ya jadi TNU, ya tentaranya NU.” Ujar Menteri Sosial RI ini.

Sambil mengutip al-Qur’an surat al-Anfal Ayat 9, Ibu Khofifah mengatakan bahwa hari ini kita bisa melakukan apa? apalagi ibu-ibu bawa senjata, bukan saatnya, senjata kita puasa kita, senjata kita adalah amaliyah kita, senjata kita adalah amal sholeh kita, bagaimana bersama-sama kita munajat, Ibu Khofifah menjelaskan, supaya Allah menurunkan bala tentara malaikat untuk membantu bangsa kita supaya rukun, untuk membantu bangsa kita tidak saling adu domba, untuk membantu bangsa kita supaya damai.

“Kalau di Muslimat di NU, Kiai-Kiai, Ulama-Ulama, ajengan-ajengan selalu menyampaikan bagaimana kita ini bisa menguatkan Ahlusunnah wal Jama’ah, di sisi lain ada ahli fitnah wal jama’ah, ini berakibat, ini PR kita.

Saya pagi-pagi tadi saja terima hoax, ini fitnah bu, ini PT DI, hoaxnya, 100% diserahkan ke china, itu 100 persen fitnah..kasian kan ini ummat, rakyat disuguhi fitnah-fitnah seperti ini, ini terus, terus. Keluh Perempuan kelahiran 19 Mei 1965 ini.

Tema kita bagaimana menyatukan langkah membangun Negeri menjaga NKRI, sambungnya, apa yang bisa dilakukan oleh Muslimat? oh banyak hal yang bisa dilakukan Muslimat, banyak bermunajat dengan baca al-Anfal Ayat 9, Allah turunkan bala tentara Malaikat untuk membantu kami bangsa Indonesia, supaya yang tadi ahli fitnah itu, lunakanlah mereka ya Allah, yang mengganggu ummat, yang mengganggu soliditas bangsa.

“Hubungan intern umat beragama harus kita tata, hubungan antar umat beragama juga harus kita tata, hubungan intern itu ibu Islam dengan Islam, yang Tahlil dan yang gak suka Tahlil, yang mau Maulid dan yang anti Maulid, yang mau Manakib dan yang anti Manakib, tidak bisa terjebak karena ini, minna..minhum…wah berantakan bangsa ini.” Ungkapnya

Dalam Akhir Tausiyahnya, Ibu Khofifah mengingatkan supaya bercermin pada perpecahan di Timur Tengah, dimana persatuan dan kedamaian sulit dicapai karena kepentingan tertentu.

“Jangan sampai perpecahan terjadi di negara kita tercinta Indonesia,semoga ahli fitnah itu diberi hidayah, serta NU dengan usia yang hampir seabad, diiringi dengan kualitas juga, kualitas akademisi NU, kualitas insiyur. Secara kuantitatif sudah, secara kualitatif, itu yang kita usahakan.” Tandasnya.

Hadir dalam acara tersebut, Rais Syuriyah KH. Aban Bunyamin, Ketua Tanfhidiyah PCNU KH. Didi Hudaya, Mustasyar yang juga Wali Kota Tasik Budi Budiman, Ketua Muslimat Jawa Barat Hj. Ela Giri Komala, serta para Ketua Badan Otonom NU dan para Tokoh Nahdlatul Ulama Kota Tasikmalaya

Dikabarkan, Ibu Khofifah sebelum ke Kota Tasik untuk Tausiyah dan menyerahkan bantuan sosial kepada keluarga prasejahtera, terlebih dahulu bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Cipasung Kabupaten Tasikmalaya.

Di sela kesibukannya, hari Senin (1/5) akan berkunjung ke Kabupaten Ciamis kemudian dilanjutkan kunjungan kerja ke Yogyakarta untuk meninjau warga yang tertimpa bencana banjir bandang di Magelang. (a. Arif)

Comments

comments