Hadapi Era Keterbukaan Informasi,PMII Sumedang menggelar Mapaba Raya 2019

Hadapi Era Keterbukaan Informasi,PMII Sumedang menggelar Mapaba Raya 2019

Era informasi dan komunikasi dengan disertai perkembangan teknologi yang semakin canggih membuat segala sesuatu yang bersifat informasi yang ada di dunia ini semakin terbuka sehingga setiap orang dapat mengakses informasi dimanapun dan kapanpun tanpa harus berkeliling dunia.

Akan tetapi keterbukaan informasi tersebut bisa jadi menjadi boomerang bagi kita jika tidak bisa memfilter informasi, oleh karena itu untuk menjawab tantangan tersebut sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia menggelar kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) Raya PC PMII Sumedang 2019.

Acara digelar dari tanggal 21 – 22 September 2019 bertempat di Pondok Pesantren Asyatibiyah,Sumedang Selatan mengusung tema “Anak Bangsa Bebas Merdeka”

“Tujuan dalam Mapaba Raya 2019 ini adalah mengajak segenap anggota PMII Sumedang dan juga mahasiswa yang berada di wilayah Sumedang untuk bisa menjadi putera bangsa yang bebas dan merdeka dari segala kebodohan dan berjuang melawan ketertindasan serta bersama-sama memerangi HOAX atau berita bohong di era keterbukaan informasi”; ujar Lutfi, selaku ketua pelaksana Mapaba Raya 2019

Acara dihadiri oleh 50 calon anggota dari berbagai kampus yang ada diwilayah kab. Sumedang sebut saja Unpad, Unsap,Ikopin, ITB Jatinangor, STIS Assaadah,UPI Sumedang dan Universitas Al-Ma’soem.

Abdurrohman selaku ketua cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Sumedang berharap dengan digelarnya acara Mapaba Raya ini segenap mahasiswa terhindar dari berbagai informasi yang Hoax dan belum jelas sumber informasinya, dan “Mahasiswa di kab. Sumedang harus bisa bebas dari kebodohan salah satu nya dapat memfilter berita-berita atau informasi Hoax yang di era ini semua informasi dengan mudah didapat”; ujarnya

Acara mapaba raya tersebut berlangsung selama dua hari dan acara ditutup langsung oleh pendiri PMII Sumedang sahabat Amin Muhyidin dan juga oleh pengasuh Ponpes Asyatibiyah,K.H Dudung Abdullah

comments