GP Ansor Kutuk Aksi Terorisme Israel

88

JAKARTA, (Ansorjabar Online) – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor mengutuk tindakan keji zionis Israel terhadap umat Islam Palestina di Masjidil Aqsa yang mengakibatkan tiga warga meninggal dan puluhan luka-luka, termasuk penembakan terhadap Sheikh Ikrima Sabri, Imam Masjidil Aqsa, saat aparat keamanan Israel membubarkan warga Palestina yang berdemo pada Rabu (19/7/2017).

“GP Ansor mengutuk, mengecam tindakan tidak berperikemanusiaan zionis Israel terhadap umat Islam Palestina. Hal ini merupakan bentuk terorisme zionis Israel. Untuk itu, terorisme brutal, keji, dan tidak berperikemanusiaan zionis Israel di Palestina ini harus segera dihentikan,” tegas Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Minggu (23/7).

Atas peristiwa di Masjidil Aqsa tersebut, GP Ansor mendesak pemerintah RI segera meminta Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun negara-negara berpengaruh dan memiliki kepentingan di Timur Tengah untuk memaksa zionis Israel menghentikan tindakan keji terhadap warga Palestina.

“GP Ansor mendesak pemerintah RI melobi PBB untuk meminta tentara zionis Israel menghentikan segala tindakan kekerasan terhadap warga muslim Palestina,” tandas Gus Yaqut, sapaan akrab Ketua Umum GP Ansor ini.

Menurut Gus Yaqut, pihaknya berharap pemerintahan Presiden Jokowi secara aktif memainkan perannya untuk melobi PBB agar mengusut tuntas terorisme yang dilakukan zionis Israel di Masjidil Aqsa.

Selain itu, kata Gus Yaqut, pihaknya juga mendesak kepada negara-negara yang selama ini menyerukan penegakan demokrasi dan hak asasi manusia (HAM) juga ikut mendesak Israel menghentikan segala tindakan terorisme yang dilakukan Israel kepada warga Palestina.

“Negara-negara yang selalu ngomong soal demokrasi dan HAM jangan diam saja, dong. Usut tuntas dan ikut mendesak dihentikannya aksi kejam Israel kepada kaum muslim Palestina,” katanya.

Gus Yaqut mengkhawatirkan jika tindakan keji zionis Israel ini tidak segera dihentikan justru akan membuat ketegangan baru di Timur Tengah, terutama kekhawatiran upaya-upaya kelompok radikalisme melakukan balas dendam. “Saya mengkhawatirkan hal ini akan menumbuhkan kembali radikalisme baru,” ujarnya.

Gus Yaqut juga mengecam Israel yang membatasi akses kaum muslim Palestina di kompleks Al Aqsa. Ia juga mendukung sikap pemerintah yang mendesak Israel untuk tidak mengubah status quo Kompleks Al Aqsa agar Masjidil Aqsa dan The Dome of The Rock dapat diakses semua kaum muslim.

“Kami meminta pemerintah Indonesia meminta secara tegas Israel segera memulihkan stabilitas dan keamanan di sana,” katanya.

Selanjutnya Gus Yaqut, menyerukan kepada seluruh kader dan anggota Ansor dan Banser di seluruh Indonesia untuk berdoa bersama-sama demi keselamatan warga Palestina. (Redaksi)

Comments

comments