Gelisah Maraknya Isu Sara, Anak Bangsa Ini Panjatkan Do’a

334

Bandung, (Ansorjabar Online)

Isu Sara belakangan ini merebak cukup kuat ditengah masyarakat, terutama menghiasi media sosial (medsos). Hujatan dan ujaran kebencian sesama anak bangsa seolah menjadi santapan harian negeri yang telah ditaqdirkan Alloh dengan kekayaan tradisi, suku bangsa,agama,dan ras ini.

Gelisah atas kondisi bangsa tersebut, seorang anak bangsa dari Bandung bernama Wawan Gunawan memanjatkan do’a kegelisahannya yang dikirim ke redaksi Ansorjabar Online, selasa (22/02) pagi ini. Berikut untaian doa’nya :

Ya, Allah, Tuhan Yang Melajukan waktu, semoga semua ini cepat usai.

Agar tak lagi beredar gosip-gosip murahan yg memecah persatuan bangsa yg mahal.

Yang telah diperjuangkan oleh berkerat darah dan air mata para pendahulu kami.

Ya Allah, kami tidak  pernah Engkau berikan pilihan untuk terlahir sebagai keturunan Prabu Hayam Wuruk atau Prabu Siliwangi.

Ber-akta Maja Pahit atau Pajajaran. Jawa atau Sunda. Batak atau Dayak. Bermata sipit atau bermata belo. Berkulit hitam atau berkulit putih. Sebagai lelaki atau sebagai perempuan.

Kami mensyukurinya, karena kami sadar bahwa itu anugerah, takdir, dan pilihan Mu.

Tetapi Ya Allah, kini  diantara kami seolah-olah sedang mengkoreksi pemberian-Mu itu. Perbedaan disikapi sebagai kutuk. Alasan untuk saling memaki dan menuduh.

Atas perbedaan itu, diantara kami seolah absah untuk menunjuk hidung satu sama lain sebagai agen dari pembuat onar. Tanpa kami merasa perlu membaca dan membuktikannya sendiri.

Perbedaan telah membuat kami merasa tidak perlu untuk berlaku adil terhadap sesama. Perbedaan telah membuat kami merasa tidak butuh untuk saling menganggap masing-masing adalah manusia, yang menerima hak dari Mu itu.

Diantara kami lalu membuat aliansi anti ini dan anti itu. Anti anu dan anti anu. Padahal seharusnya kami sadar bahwa bukankah semua itu adalah kehendak Mu.

Bahwa perbedaan ini adalah hukum-Mu. Sunatullah dan Fitrah kehidupan.

Ya Allah ampuni kami, karena telah mensyukuri pemberian-Mu itu dengan cara bertikai, saling menikam dan melukai secara buas.

Ampuni kedunguan kami dengan tidak mewariskan sikap bodoh ini kepada anak cucu kami. Kepada generasi di bawah kami.

Amien, Amien ya Rabbal ‘Alamien..

Hamba Allah: Wawan Gunawan

Comments

comments