Gelar Evaluasi Program 2020 IAIN SAS Bangka Belitung Tingkatkan Mahasiswa dan Benahi Sarpras

Gelar Evaluasi Program 2020 IAIN SAS Bangka Belitung
Tingkatkan Mahasiswa dan Benahi Sarpras

Bangka—Jajaran Pimpinan IAIN Sultan Abdurrahman Siddiq Bangka Belitung bertekad untuk meningkatkan jumlah mahasiswa dan pembenahan sarana dan prasarana pendidikan. Hal itu mengemuka dalam Evaluasi Program 2020 pada 8-10 Desember 2020.

Rektor SAS Bangka Belitung Zayadi mengatakan kampus kami berada di daerah kepulauan yang tidak padat penduduk usia Pendidikan tinggi, tetapi kami bertekad membenahi kaulitas agar banyak anak bangsa tertarik masuk ke IAIN Babel.

Selain itu lanjut Zayadi, kami bertekad untuk membenahi sarana prasarana pendidikan untuk ruang pembelajaran, laboratorium, dan student center. “Betapapun sarana dan prasarana Pendidikan kami masih mengalami banyak kekurangan, salah satunya kami akan ajukan melalui pemanfaatan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)”, katanya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Janawi mengatakan jumlah total mahasiswa IAIN Babel kurang lebih 4.000 mahasiswa. 235 mendapatkan beasiswa Bidikmisi dan 140 Beasiswa KIP Kuliah.

“Kami sangat berharap agar kuota KIP Kuliah ke depan bertambah sehingga memotivasi kalangan yang kurang mampu studi pada IAIN bangkla Belitung”, kata Janawi.

Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Ruchman Basori sebagai salah satu nara sumber memaparkan hal ikhwal sarpras PTKIN seperti keharusan PTKIN untuk membuat master plan pengembangan PTKIN, mengidentifikasi kebutuhan sarpras, termasuk kebutuhan lahan tanah.

“Sinergi dan kolaborasi dengan stakeholders pengembangan kempus menjadi penting termasuk mensinergikan sumber anggaran, Rupiah Murni (RM), Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), PHLN dan SBSN”, terang Ruchman.

Mantan Ketua Senat Mahasiswa IAIN Walisongo ini menerangkan SBSN menjadi salah sumber pendanaan untuk membangun sejumlah sarana Pendidikan PTKIN. Sejak tahun 2015-2020 57 PTKIN telah mendapatkan manfaat SBSN dari 58 PTKIN yang ada.

Pada TA. 2019-2020 dialokasikan SBSN multi years contrac yang dinamakan SBSN 6IN1 di UIN Antasari Banjarmasin, UIN Imam Bonjol, UIN Raden Intan, UIN Sultan Maulana Hasanuddin, UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi, UIN Sunan Ampel. Dari Rp. 1,380 milyar anggaran yang dialokasikan sedang membangun 40 gedung. Sedangkan untuk tahun anggaran 2020 SBSN regular dengan single years contrac (SYC) dianggarkan 95,4 milyard 2 gedung di IAIN Palu dan 1 gedung di IAIN Pekalongan.

Dihadapan Pejabat IAIN Babel Ruchman mengatakan sejak 2015-2020 sudah 211 gedung sarapras Pendidikan di bangun di 57 PTKIN dengan total anggaran 5,893 trilyun. “Kesempatan memanfaatkan SBSN Kembali akan dilakukan seleksi dengan pemasukan proposal di bulan deesember ini”, kata Ruchman.

Kepada PTKIN yang akan mengajukan proposal SBSN 2022 harus melakukan studi pendahuluan yang memuat: Analisis kebutuhan program, keterkaitan program dengan tugas, fungsi dan kewenangan pemrakarsa proyek, tujuan program dan keterkaitannya dengan RPJMN, Renstra K/L, dan/atau prioritas pembangunan nasional, ruang lingkup program, Indikasi lokasi, Indikasi biaya dan potensi pemafaatan, Indikasi manfaat dan dampak ekonomi/sosial dan indikasi jadwal miplementasi.

“Dokumen studi kelayakan proyek dan Kerangka Acuan Kerja (KAK) juga menjadi kelengkapan proposal pengajuan untuk meyakinkan Bappenas dan Kementerian Keuangan”, tambahnya.

Nampak hadir dalam Rapat Evaluasi Program 2020 Rusydi Sulaiman WR I, Hatamar Rasyid WR I, Tumiran Ganefo Kepala Biro Administrasi Umum Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK), Direktur Pascasarjana, para Dekan, dan pejabat eselon III dan IV lainnya.(RB).

comments