Gelar Diklatsar Banser, GP Ansor Cianjur Ngawangun Lembur

420

Cianjur, (ansorjabar online)
Sekitar 63 Peserta mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser. Diklatsar tersebut digelar di Aula desa kertajaya Kecamatan Ciranjang. Acara berlangsung selama 3 hari. Yakni, dari 1-3 April 2017.

Diklatsar Banser tersebut diikuti peserta dari PAC Ansor Ciranjang, PAC Haurwangi, PAC Cilaku, PAC Pacet dan Kabupaten Sukabumi. Pembukaan secara resmi dibuka oleh Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kab. Cianjur (Dedi Suherli, S.Pd.I)

Ketua Pelaksana Diklatsar Banser, Sahabat Kusnadi, S.Pd Mengatakan, bahwa kegiatan diklatsar banser untuk tahap pertama di tahun 2017 ini merupakan sebuah gebrakan baru program pengurus GP Ansor Kab. Cianjur yang senantiasa akan dilanjut dengan program-program selanjutnya yang bersifat wajib dan mutlak untuk dilaksanakan.

“bahwa di tahun 2017 ini mentargetkan 1000 Anggota Banser yang tersebar di 32 Kecamatan 360 Desa/Kelurahan dari jumlah penduduk” ungkapnya.

Sementara itu ketua Gerakan Pemuda Ansor Kab. Cianjur (Dedi Suherli) mengatakan, Kader Ansor dan Banser saat ini sangat di butuhkan oleh masyarakat, negara dan agama.

Sebab satu-satunya lnya komponen bangsa yang ideologinya sangat tepat bagi bangsa indonesia yg majemuk ini ialah kader-kader Islam Aswaja Anahdiyah yang berkomitmen terhadap nasionalisme dengan senantiasa menjaga keutuhan NKRI namun tetap menjadikan agama sebagai spirit bagi terwujudnya negara yang adil.

Sementara dua komponen bangsa indonesia yang lain ideologinya saya nilai terlalu ekstrim, baik ekstrim kiri maupun kanan.

Yang pertama Nasionalisme Sekuler dan yang kedua konservatisme Islam/Islam garis keras. Kedua komponen bangsa dengan ideologi yg ekstrim tersebut sangat tidak indonesia dimana masyarakatnya sangat menjunjung tinggi nilai nilai tradisi yang religius,

Ideologi Nasionalisme sekuler justru akan mengesampingkan agama sehingga masyarakat akan terdorong menjadi individu yang individualis, konsumerisme, dan materialis.

Sementara yg konservatif Islam justru cenderung menjadikan agama sebagai tunggangan kepentingan politik yg akan merendajkan nilai-nilai agama itu sendiri.

“Jadi dalam hal ini Islam aswajalah yg rahmatan lil alamin yg sangat cocok bagi indonesia. Dan Islam seperti ini diIndonesia diwakili oleh NU dan Ansor sebagai generasi mudanya.Itulah mengapa kaderisasi di kalangan muda NU/Ansor perlu terus di galakan, karena kita yakin bahwa kitalah satu satunya solusi bagi kemajuan peradaban pada bangsa ini”. Ujar nya (tedi Sopyan)

Comments

comments