Enam Tahun Terakhir Ini Hampir Semua PTKIN Dapatkan Manfaat SBSN

6

Enam Tahun Terakhir Ini Hampir Semua PTKIN Dapatkan Manfaat SBSN

Jakarta—57 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dari 58 yang ada telah mendapatkan manfaat Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) untuk membangun sarana prasarana pendidikan. Hal itu mengemuka pada Sosialisasi Pengajuan SBSN 2022 melalui zoom meeting, Rabu (1/12).

Dr. Hadiat, M.A Direktur Pendidikan Tinggi dan Iptek Bappenas RI memberikan apresiasi kepada Kementerian Agama melalui Direktorat Diktis, Ditjen Pendidikan Islam atas prakarsa proyek SBSN sehingga berhasil membangun infra struktur pendidikan pada PTKIN dengan total anggaran 7-8 trilyun 2015-2020.

“Pelaksanaan pembangunan infra struktur pendidikan melalui SBSN pada PTKIN telah berjalan dengan baik, sehingga hampir semua PTKIN telah mendapat manfaatnya”, terang Hadiat.

Dihadapan 58 Wakil Rektor/Wakil Ketua II dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PTKIN se-Indonesia Hadiat berpesan agar pengajuan SBSN 2022 harus memperhatikan master plan pengembangan kampus. “Master plan menjadi salah satu syarat untuk pengajuan SBSN di samping syarat lainnya seperti prioritas kebutuhan”.

Direktur Diktis Prof. Dr. Suyitno, M.Ag mengatakan alokasi SBSN tidak semata-mata pemerataan tetapi juga didasarkan pada komitmen mutu para pimpinan PTKIN. “Masalah kualitas menjadi sesuatu yang mutlak tidak bisa ditawar dalam pembangunan Gedung SBSN”, katanya.

Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang ini menegaskan bahwa kita akan mendengar presentasi proposal masing-masing PTKIN yang mengajukan, sehingga akan dinilai kelayakan mendapatkan SBSN atau tidak.

Sementara itu Agus P Laksono Direktorat Pembiayaan Syariah DJPPR Kementerian Keuangan berpesan agar pengalokasian SBSN jangan asal bagi-bagi kepada PTKIN tidak berdasarkan para kebutuhan sarana Pendidikan. “SBSN harus didasarkan pada kebutuhan bukan asal bag-bagi projek”.

Agus juga mengingatkan kepada Diktis untuk terus meningkatkan tata Kelola proyek sehingga terhindar dari bangunan katagori Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP).

Senada dengan Agus, Sugeng dari Direktorat Perencanaan Pendanaan Pembangunan Bappenas RI menyampaikan agar SBSN diberikan kepada PTKIN yang arah pengembangannya jelas dan diikuti dengan kualitas.

Zoom meeting juga dilengkapi dengan paparan Ali Rohmat Kepala Biro Perencanaan Kementerian Agama yang menegaskan bahwa saat ini Kementerian Agama sedang Menyusun master plan sebagai salah satu kebutuhan studi pendahuluan bagi penyelenggaraan SBSN 2022.

Sebagaimana diketahui Kementerian Agama melalui Direktorat Diktis Ditjen Pendidikan Islam telah membangun 211 gedung sarana Pendidikan di 55 PTKIN dari tahun 2015-2020 dengan perincian Gedung peruliahan, perpustakaan, laboratorium, ruang dosen, asrama mahasiswa hingga auditorium senilai 5,893 trilyun.

Nampak hadir Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua Idrus Al-Hamid, Kabag Datas Perencanaan dan Kerjasama Dalam Negeri Biroren Kemenag Ida Nur Qosim, Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Ruchman Basori, Kasubdit pada Direktorat Perencanaan dan Pendanaan Sugeng, Kasubdit Sumberdaya Pendidikan Tinggi Bappenas RI Kalihputro Fachriansyah, Kasi Sarpras PTKIN Nuryasin, Kasi Sarpras PTKIS Otisia Arinidiyah dan Amirudin Kuba Kasi Kemahasiswaan.(RB)

comments