DZIKIR jeung MIKIR Bersama Ketua PW Ansor Jabar Berdoa dan Bergerak

116

SEBAGAI KADER ANSOR LURUSKAN DAN BENARKAN DULU NIATNYA

Sebagai kader Ansor Luruskan dan benarkan dulu niatnya ! begitu kiranya kata ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat ( Deni Ahmad Haidari ) yang biasa akrab disapa kang Deni ini diantara isi materi pembahasannya, bahwa ini sangat penting untuk disampaikan karena kecendrungan manusia sebagaimana apa yang di niatkannya. Dalam acara Ngopi bareng Rijalul Ansor kecamatan pamulihan, acara tersebut bertempat di pesantren Riyadlul Muttaqin tepatnya Dusun simpang desa haurngombong kecamatan pamulihan. Selanjutnya Kang deni pun menuturkan bahwa : Ansor ini tempat terbaik dan tempat untuk memperbaiki diri,”Seumpama sebuah bengkel tempat memperbaiki kendaraan, maka kamulah kendaraannya” jangan merasa jumawa telah dapat memperbaiki Ansor, sesungguhnya kamulah yang telah diperbaiki oleh ansor. Dalam acara tersebut sealin dihadiri oleh Sesepuh Pesantren, Ketua MWCNU dan jajaran, Ketua Ansor Pamulihan dan jajaran, ketua Rijalul Ansor pamulihan hadir pula beberapa PAC GP ANSOR diantaranya, PAC kecamatan Sukasari, Tanjungsari, Jatinangor dan Cimanggung termasuk pula di hadiri pula oleh jajaran pengurus PC ANSOR kabupaten sumedang.

ANSOR ITU INSKLUSIF BUKAN EKSKLUSIF (KETUA PW ANSOR JAWA BARAT)

Secara istilah Inklusif dapat berarti menempatkan dirinya kedalam cara pandang oranglain / oranglain dalam melihat dunia, dengn kata lain berusaha menggunakan sudut pandang oranglain atau kelompok lain dalam memahami masalah. Dalam perkembanggannya istilah tersebut meluas digunakan untuk membangun sikap dalam beragama sehingga melahirkan pluralisme beragama. Jika dibedah dengan cermat, “sikap inklusif pada dasarnya adalah cara seseorang memandang perbedaan yang ada” Sikap inklusif cenderung memandang positif perbedaan yang ada, sedangkan sikap eksklusif cenderung memandang negatif perbedaan tersebut. Dampak memandang positif perbedaan adalah memunculkan dorongan / motivasi untuk mempelajari perbedaan tersebut dan mencari sisi-sisi universalnya guna memperoleh manfaat yang menunjang hidup/cita-citanya. Sikap positif terhadap perbedaan lahir karena adanya kesadaran bahwa perbedaan adalah fitrah /alamiah, sehingga tidak menolak perbedaan melainkan mengakui adanya potensi persamaan-persamaan yang bersifat universal.

JADILAH ANSOR 24 JAM KUDU JADI ANSOR SAKURINGEUN, SAKURUNGEUN JEUNG SAKURILINGEUN ( Maneh balik deui ka Lembur )

Jangan setengah-setengah menjadi ansor atau banser, “ Ulah ngan saukur make jas jeung make baju loreng na wungkul jadi ansor jeung banser teh ” (bukan hanya jadi ansor yang gagah dengan jas nya saja atau hanya jadi banser yang gagah karena lorengnya saja), jadilah Ansor & Banser yang seutuhnya, Ansor dan Banser harus mengefektifkan perannya di daerah masing-masing, kenapa demikian ? bagaimana mungkin bisa membenahi daerah oranglain kalau daerah sendiri belum bisa dibenahi, “bagaimana mau menuruti dan mengawal ajengan lain kalau ajengan didaerahnya sendiri saja jarang dituruti dan dikawal” he he. Ini penting diperhatikan ! sebagai pengingat kepada diri sendiri dan sebagai kader Ansor ( Kang Deni),seperti halnya dalam tulisan yang lain http://pwansorjabar.org/ini-masalah-cinta-bukan-tahta/ disebutkan bahwa : kader ansor terlebih dahulu harus mempu bergerak dan menggerakan dirinya sendiri, lingkungannya sendiri,dan selanjutnya juga harus mampu menggerakan orang dan daerah lain, sehingga kader ansor bukan hanya dapat dihitung tapi harus dapat diperhitungkan. Kade ulah ngapi lainkeun ajengan lembur ( Deni Ahmad Haidari )

JADILAH ANSOR SEPENUHNYA ( Kang Deni )

Jika kamu ingin hasil yang maksimal ya “modalnya” juga harus maksimal, jika ragu di ansor begitu juga hasilnya, jika kamu berkhidmat setengah-setengah diansor ya begitu pula hasilnya, terkadang kita hanya memberikan sisa sisa buat ansor, waktu nya sisa, tenaganya sisa, harta yang diberikannya pun sisa. Ungkapannya : “ Ari bati hayang loba,ari muka warung sabulan sakali nya atuh moal bisa “ kalau berkah selalu diharapkan tapi pergerakan sangat jarang dilakukan, bagaimana mungkin,orang yang bergerak banting tulang setiap hari saja masih belum tentu berhasil sepenuhnya, bagaimana dengan yang jarang bergerak ? jangan selalu mengeluh didalam melakukan sebuah perjuangan dalam jalan yang benar, namun ingat “jalan yang benar belum tentu jalan yang mulus tanpa kesusahan dan kesulitan” karena itu adalah bagian dari pendidikan bagi kita agar menjadi manusia yang lebih kuat dari hari ke hari. “Ulah loba alesan lamun dipenta waktu ku Ansor, karek di ajak ngariung paribasa euweuh motor, paribasa euweuh ongkos, paribasa aya kaperluan jeung sajab-sajaba na, intina kumaha carana urang salaku kader bisa ngabakti ka ansor sapinuhna” Sabab sakumaha anu dibikeun ku urang ka Ansor nya bakal sakitu deui anu dibeunangkeun ku urang ti Ansor. Sebesar apa perjuangan dan pengorbanan kita kepada Ansor, sebesar itu pula yang akan kita dapatkan. Orang yang sungguh-sungguh ingin memajukan organisasi dia senantiasa siap sedia dengan hartanya, pikirannya, tenaganya, ilmunya, dan waktunya. ( Deni Ahmad Haidari-Ketua PW Ansor Jabar )

ULAH AYA ANU DIKORETKEUN DI ANSOR

Konsisten adalah kemampuan untuk terus menerus berusaha sampai suatu pencapaian berhasil diraih, tidak ada satu hal didunia ini yang bisa menggantikan konsistensi. Bakat/Talenta, Skill,keberuntungan/luck, kepintaran, semua itu tidak ada artinya tanpa konsistensi, bahkan dalam kasus tertentu konsistensi bisa mengalahkan kualitas, kita sudah sering melihat daily vlogger yang isinya cenderung hal yang tidak penting namun bisa lebih sukses ketimbang konten creator lain yang lebih berkualitas hanya karena mereka konsisten mengupload kontennya setiap hari. Faktanya akan selalu ada orang yang lebih berbakat dari Anda, lebih kaya, lebih pintar, lebih baik, lebih rupawan, lebih kreatif dan seterusnya, namun ada satu hal yang bisa Anda lakukan untuk menjadi lebih baik dari mereka yaitu Anda bisa lebih kuat bekerja/berusaha daripada mereka ( Konsisten). Komitmen pada sebuah usaha adalah satu-satunya jalan untuk Anda mengalalahkan mereka yang lebih baik dari Anda. Namun pastikan juga Anda konsisten dalam hal yang benar, karena konsisten/kerja keras pada hal yang salah justru akan menghabiskan waktu dan tenaga anda secara sia-sia. Pada akhirnya kesuksesan bukanlah tujuan akhir hidup, karena dibalik kesuksesan akan ada kesuksesan lain yang ingin dicapai, kegagalan juga bukanlah akhir segalanya, karena dibalik kegagalan aka nada pintu baru menuju kesuksesan, apa yang terpenting adalah : keberanian untuk terus maju dan menjalani hidup ini dengan konsisten. Dalam hal ini adalah mempunyai keberanian untuk terus maju dan bergerak (berkhidmat) di Ansor dengan sepenuh hati jiwa dan raga secara konsiten. (Capung***

Benerkeun jeung lempeungkeun niatna di Ansor
Tong satengah-satengah ngabaktina ka Ansor
Tong loba alesan lamun dibutuhkeun ku Ansor
Kade Hormat jeung utamakeun ajengan lemur ( Guru dilembur)

  • Tong ngarasa Gumede di Ansor
  • Beberes heula Awak sorangan ( di Ansor )
  • Cing istiqomah / konsisten di Ansor
  • Kudu ngagerakeun oge mencerahkeun
  • Kade omat ulah pegat silaturahmi
  • Tong pandang bulu lamun deuk silaturahmi

comments