Dzikir dan Shalawat untuk Bangsa, MDS Rijalul Ansor PAC Cibarusah dan MT Darul Hasyimi

58

Cibarusah Kabupaten Bekasi memang penuh sejarah mulai tingkatan lokal hingga nasional. Daerah ini menjadi bagian penting dibentuknya Laskar Hizbullah dan Sabilillah pada masa penjajahan Jepang. Diantara bangunan bersejarah yang melekat erat dengan penggemblengan para calon tentara di masa perjuangan tadi adalah Masjid Jami’ Al Mujahidin Babakan Cibarusah. Dari namanya sudah menjelaskan begitu besarnya aura perjuangan (jihad) ulama, santri bahkan rakyat Indonesia. Untuk memperkokoh kembali semangat juang tersebut Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor PAC Cibarusah bekerjasama dengan Majlis Ta’lim Darul Hasyimi Cibarusah menginisiasi kegiatan “Dzikir dan Sholawat Untuk Bangsa”.

Hadir dalam kegiatan ini Kombes Pol Ahmad Nurwahid dari Densus 88 yang memberi penekanan pentingnya penguatan PBNU (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945) dalam menangkal paham radikalisme dan intoleran di Indonesia. Hal ini diperkuat oleh kata sambutan Ustadz Tb Maulana dari Majlis Ta’lim Darul Hasyimi Cibarusah bahwa kegiatan ini diharapkan mampu mempersatukan kembali rasa kebangsaan yang sempat terkoyak oleh nuansa Pilpres dan pilkada. Beliau menerangkan kegiatan ini bisa berpadu atas keinginan pengurus PAC GP Ansor Cibarusah agar pada saat pengukuhan Ansor dan pelantikan pengurus MT Darul Hasyimi Cibarusah dihadiri oleh Habib Muhammad Baha’uddin Al Alawy dan disetujui oleh putra dari Maulana Habib Luthfi bin Yahya pekalongan tersebut.

Uniknya tim sholawat yang membuka kegiatan adalah Hadroh Sorban yang berasal dari gabungan Ansor Banser Cikarang Selatan. Hal ini membuktikan bahwa Ansor Banser sebagai benteng Ulama Aswaja An Nahdhiyyah pun memiliki kemampuan seni yang bernafaskan Islam.

Nuansa kebersamaan pada malam itu dilengkapi dengan hadirnya unsur KNPI Cibarusah dan Pemuda Pancasila. Sehingga membuktikan bahwa keberagaman atribut organisasi bisa menjadi sarana perekat persatuan diantara organisasi kepemudaan yang memiliki jiwa nasionalisme bahwa NKRI harga mati.

comments