DOMTREN AMANAH PIONEER KEBERDAYAAN PESANTREN BERBASIS PETERNAKAN DOMBA

DOMTREN AMANAH
PIONEER KEBERDAYAAN PESANTREN
BERBASIS PETERNAKAN DOMBA

“DOMTREN AMANAH” dua suku kata yang mulai tidak asing lagi di dunia peternakan Indonesia, bagaimana tidak paten produk milik pondok pesantren Nurul Hidayah yang beralamat Desa Karang tengah Sukawening tersebut, kini semakin melanglangbuana.
Profil pesantren dan kemandiriannya menjadi trend issu masakini, terutama terkait dengan mulainya pemerintah Menempatkan Pondok pesantren sebagai sasaran keterlibatan pemabngunan negeri ini. Bahwa pesantren sebagai bagian tak terpisahkan dari keberanaan negeri ini. “kami sangat bangga bahwasannya pemerintah semakin mendorong keterlibatan pesantren dalam ruang lingkup negeri ini, terutama dalam hal mendorong kemandirian ekonomi” demikian di ungkapkan oleh Ust. Cecep saeful milah, pemilik paten Domtren Amanah.
Keberadaan domtren amanah, memang tidak bisa berdiri sendiri, ada banyak pihak yang terlibat didalamnya, kehadiran perbankan, pemerintah serta pihak pihak lainnya. Salah satu pihak sebagaimana dimaksud adalah hadirnya sosok Penggiat UMKM, namanya AGUS WIDODO SE.
Secara langsung dan secara aktif mendorong dan memberi insfirasi kepada Ponpes Nurul Hidayah untuk melakukan perbaikan perbaikan. Terutama manajemen tatakelola, terutama karena semakin hari tuntutan sejumlah pasar yang telah semakin mendorong Domtren Amanah lari kencang.
Dengan plasma kami yang sampai hari ini baru mencapai lima, kami belum mampu memenuhi permintaan yang setiap hari meningkat. Tambah Ust. Cecep Saeful milah dengan senyuman dan keramahannya khas santri Nurul Hidayah yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD HIPSI (Himma Pengusaha Santri Indonesia) Kabupaten Garut.
“Kehadiran Sosok Bapak Agus Widodo SE, yang merupakan Penggiat UMKM di Indonesia, kami melihatnya sebagai suatu hal yang sangat memberi dorongan dan motivasi, bagaimana tidak tuntutan Domtren Amanah yang harus besar, terutama karena tuntutan pasar daging domba yang semakin menantang ini, beliau telah hadir memberikan beberapa strategi serta solusi dari permasalahan bisinis di domtren amanah”, Demikian diungkapkan oleh Ketua HIPSI Garut, Ajengan Deden Ulfi Taftazani SE.
Sosok Agus Widodo SE, yang memiliki Pengalaman Trainings di NBA Business College, Finance and Banking Management, dan Banknotes for bank and money changer, from US Said, Bank Indonesia serta Monetary Research Institute, from MRI Banker’s ( Banknotes Product Knowledge) memang cukup andal dalam mengatur dan memberi arahan bagaimana bisnis peternakan domba yang berbasis pesantren ini bisa lebih luas berhubungan dengan dunia luar.
Sementara itu dilihat dari Curriculum vitae yang terkait Riwayat Pengalaman Kerja, penggiat UMKM yang berperan sebagai tutor bisnis dan konsultasi bisnis Domtren amanah ini, cukup mumpuni, diantaranya :
Bekerja di Bank BALI, Jakarta, August 1995 – June 1997
Bekerja pada PT. Daeyacipta Valutama, ( money changer company ), Jakarta August 1997 – Juli 2000
Direktur pada PT. TV money changer company , Jakarta, August 2000 – Juli 2008
Pemasaran Umrah dan Haji, PT. Cordova Abilla travel, Tahun 2008 -2010
Konsultan Syariah di PT. Arminareka Perdana Jakarta, Tahun 2010-2013
Pemasaran Umrah dan Haji, PT. Al Alamain Putra Nusantara, Tahun 2013-2014
Direktur PT. Cahaya Kaabah Al Haramain – Jakarta, tahun 2013 – sekarang.
CEO & Senior Consultants, ASPCorp Jakarta, Money Research Institute Indonesia MRI Indonesia, tahun 2013 – sekarang
Kami sedang merencanakan bagaimana kami bisa ekspor Daging dengan label Domtren Amanah, semoga beliau dapat segera memberikan kami solusi atas rencana tersebut. Bahasan serta persiapanan kami masih kami lakukan, semoga kehadiran Bapak Agus Widodo ini akan semakin mendorong kami untuk bisa segera mengekspor produk kami. Demikian Ust. Cecep saeful milah menutup pembicaraan

comments