Dihadapan Wakil Rektor II PTKIN Se-Indonesia Sekjen Kemenag Paparkan Anggaran 2021

Dihadapan Wakil Rektor II PTKIN Se-Indonesia Sekjen Kemenag Paparkan Anggaran 2021

Batusangkar—Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Prof. Dr. Nizar Ali, M.Ag memaparkan anggaran Kemenag tahun 2021 pada Focus Group Discussion Wakil Rektor/Wakil Ketua II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan se-Indonesia di Batusangkar 2-5 Desember 2020.

Nizar memaparkan pagu alokasi anggaran Kementerian Agama Tahun Anggaran 2021 berjumlah Rp. 66.961.386.828.000 yang dialokasikan dalam dua fungsi yaitu fungsi agama sebesar Rp. 11.075.918.924.000 (16,54%) dan fungsi pendidikan sebesar Rp. 55.885.467.898.000 (83,46 %).

Guru Besar UIN Sunan Kalijaga menegaskan anggaran sebesar itu akan digunakan untuk lima program strategis yaitu dukungan manajemen, kerukunan umat dan layanan kehidupan beragama, pendidikan tinggi, kualitas pengajaran dan pembelajaran, pendidikan usia dini dan wajib belajar 12 tauhun.

“Anggaran untuk pengembangan pendidikan tinggi mencapai Rp. 6.987.656.465,-yang tersebar di unit eselon I termasuk yang dialokasikan pada 58 PTKIN se-Indonesia”, kata Mantan Direktur Diktis ini.

Dihadapan WR/WK II, Nizar menegaskan kebijakan anggaran diarahkan untuk mendukung terciptanya SDM aparatur yang berinetegritas dan berkinerja tinggi, penguatan bantuan social (melakukan perluasan target KIP Kuliah), dukungan belanja modal, pinjaman belanja barang dan melanjutkan efisensi (pengendalian perjadin, rapat-rapat, honor dan rapat dalam kantor).

Terkait dengan annggaran Ditjen Pendidikan Islam, Nizar meminta kepada WR/WK II untuk menjalankannya dengan baik. Total anggaran Ditjen Pendidikan Islam Rp. 52.523.995.366.000. “Saat ini kita masih tergantung pada anggaran yang bersumber dari rupiah murni (RM) Rp. 59.158.740.103.000 (88,35%) dan non rupiah murni Rp. 7.802.646.719.000 (11,65%) masih perlu digali terus untuk membiayai hajat Pendidikan kita.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendidikan Islam Prof. Dr. Suyitno,
M.Ag mengatakan PTKI diharapkan untuk membuka double degree, baik itu dalam PTKI sendiri maupun bekerjasama dengan perguruan tinggi yang lain.

Suyitno mencontohkan mahasiswa PAI yang ingin mendalami kajian Al-Qur’an bisa mengambil keahlian di Program Studi IAT, sehingga mendapatkan dua kesarjanaan. Pun dalam ilmu-ilmu lainnya pada PTKIN.

“Posisi WR/WK II sangat penting karenanya menyangkut perencanaan sekaligus keuangan dan itu akan menentukan cetak biru pengembangan PTKIN”, tegas Suyitno yang didampingi Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Ruchman Basori.

Rektor IAIN Batusangkar Marjoni Imamora mengatakan kampusnya sedang banyak berbenah terutama untuk membangun sejumlah sarana dan prasarana, peningkatan akreditasi, dan penguatan akademik dan kelembagaan. “Kehadiran bapak dan Ibu WR/WK II menambah motivasi kami untuk terus menuju yang lebih baik”, katanya.

Sahiron Syamsuddin Ketua Forum WR/WK II PTKIN se-Indonesia mengatakan salah satu agenda penting pertemuan ini adalah memfinalkan usulan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang harus segera ditetapkan dengan KMA. Selain itu soal tata Kelola perencanaan dan keuangan PTKIN.

Nampak hadir dalam kegiatan Focus Grup Discussion, Dr. Ridwal Trisoni, M.Pd Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Eficandra, S.Ag, M.Ag Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Dr. Sirajul Munir, M.Pd Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama dan Kepala Biro AUAK Drs. H. Yasrizal, M.A dan sejumlah Pengurus Forum WR/WK II PTKIN se-Indonesia.(RB)

comments