Di Markas Kodim, Ansor Kota Tasik Kutuk Keras Aksi Bom Kampung Melayu

74

TASIKMALAYA, (Ansor Jabar Online).- GP Ansor Kota Tasikmalaya mengutuk keras aksi Bom bunuh diri di Kampung Melayu Jakarta, kemarin malam. Melalui konperensi pers yang dilakukan di Makodim 0612 Tasikmalaya, jajaran pengurus GP Ansor Kota Tasikmalaya menyampaikan sikapnya terkait peristiwa yang telah terjadi untuk kesekian kali di Bumi Nusantara.

Ketua GP Ansor Kota Tasikmalaya, Ricky Assegaf, didampingi Wakil Ketua, Opik Taufikul Haq, Wakil Ketua PW Ansor Jabar, Asep Rizal dan jajaran Banser menegaskan bahwa aksi tersebut telah mencoreng Islam karena seoalah melegalisasi bunuh diri. Padahal tidak demikian, karena Islam tidak mengajarkan dakwah dengan kekerasaan apalagi sampai menghilangkan nyawa dirinya dan orang lain.

“Itu cara sesat. Dan tidak dibenarkan oleh Islam apapun dalihnya,” kata Ricky, Kamis (25/5/2017) malam.

Untuk itu, Ricky mengutuk keras segala tindakan aksi terorisme karena bukan hanya Islam, agama lain pun tidak ada yang bisa mentolerir aksi bunuh diri dan membunuh orang lain.

Wakil Ketua GP Ansor Kota Tasikmalaya, Opick Taufikul Haq menjelaskan kenapa GP Ansor memilih tempat konperensi pers di Markas Kodim. Hal ini sebagai penegasan bahwa Ansor, Banser dan TNI senantiasa bersama-sama mempertahankan NKRI karena tujuan aksi terorisme sudah jelas ingin memecah belah bangsa dengan maksud merubah tatanan ideologi bangsa pula.

“Maka kami mendukung penuh upaya TNI maupun Polri mengusut tuntas kasus ini dan jangan sampai terjadi kembali di tanah air karena tujuan mereka ingin mengacau keamanan negara,” ujarnya.

Opik pun mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas terkait penanganan terorisme ini karena terorisme bermula dari gerakan radikalisme yang diakui menjamur di Tasikmalaya.

“Bibit terorisme itu radikalisme. Cirinya mereka kerap menyerang muslim yang berbeda pandangan yang sampai mengkafirkan sesama muslim,” tuturnya. (Jani)

Comments

comments