Bangun Kemandirian Organisasi, MWC NU Kedokanbunder Akan Gelar Konferensi dengan Biaya Gotong Royong

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Kedokanbunder akan menggelar Konferensi pada hari Ahad 5 Juni 2022 mendatang.

Forum musyawarah tertinggi ini akan digelar di Pondok Pesantren KH Mujahidin, Desa Cangkingan, Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu.

Ketua Panitia Pelaksana Amin Hidayat mengatakan hasil musyawarah panitia Konferensi, beserta pengurus pada tanggal 9 dan 21 Mei 2022, memutuskan kegiatan dibiayai secara mandiri dan gotong royong

“Kegiatan dengan biaya gotong royong atau patungan panitia, pengurus dan warga NU untuk menuju kemandirian organisasi, tanpa membuat proposal,” katanya.

Kemandirian organisasi kata mas Yayat sapaan akrabnya, terus digaungkan, demi menciptakan organisasi yang berwibawa

“Kemandirian menuju organisasi yang berwibawa, sebagai organisasi kemasyarakatan terbesar terus menerus digaungkan, demi meningkatkan kekuatan kaderisasi, dengan cara memberdayakan seluruh potensi kader, ketika ada komunikasi keterbukaan, semangat kekeluargaan dan kesemangatan kerja keras organisasi, menjadi kunci kesuksesan berorganisasi,” tutur sekretaris UPZIS NU Care LAZISNU Kedokanbunder itu.

Sementara itu, Bendahara MWCNU Kedokanbunder, Kiai Jabidin mengatakan sumber pendanaan Konferensi MWCNU Kedokanbunder akan menjalankan sumber dana dari I’anah syahriyah.

“Dalam anggaran dasar NU, sumber dana NU berasal dari empat sumber, yaitu uang pangkal, I’anah Syahriyah, I’anah tsanawiyah, sumbangan dan usaha-usaha lain yang halal,” terangnya.

“Pada momen konfrensi MWCNU Kedokanbunder kali ini I’anah syahriyah atau iuran bulanan untuk menjalankan organisasi NU akan dijalankan,” ungkap Ketua UPZIS NU Care LAZISNU Kedokanbunder itu.

Menurutnya Kiai Jabidin, awal berdirinya NU, sistem iuran ini bisa berjalan dengan baik, akan tetapi semakin lama semakin berkurang

“Sistem iuran semakin lama semakin berkurang, padahal kalau ini terus dilestarikan akan terlihat dan terbentuk rasa kecintaan pengurus dan warga terhadap NU.
Dana yang bisa digali dari masyarakat NU sangat besar.

Mereka rela membantu pembebasan tanah, masjid dan madrasah, pondok pesantren sangat besar, ini salah satu kelebihan Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.