Antara Teori dan Praktek!

Antara Teori dan Praktek!

Teori adalah serangkaian bagian atau variabel, definisi, dan dalil yang saling berhubungan yang menghadirkan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan maksud menjelaskan fenomena alamiah. Labovitz dan Hagedorn mendefinisikan teori sebagai ide pemikiran “pemikiran teoritis” yang mereka definisikan sebagai “menentukan” bagaimana dan mengapa variable-variabel dan pernyataan hubungan dapat saling berhubungan.
Singkatnya, Teori hanya berupa sesuatu yang statis (tidak bergerak) dan bersifat semu.
Praktek adalah Melaksanakan sesuatu secara nyata seperti apa yg disebutkan dalam teori
Singkatnya, Praktek adalah perbuatan melakukan teori
– Tapi dari teori itu muncul lagi yang lebih lanjut, yaitu teori bahwa “Teori muncul dari Praktek”
Prinsipnya, Teori adalah hasil dari Praktek. Teori akan diuji terus-menerus, karena pengalaman atau praktek kita di lapangan secara langsung. Teori tidak akan pernah tetap, apalagi teori tentang manusia atau masyarakat. Masyarakat dan manusia berubah, jadi teorinya juga akan berubah.
Kata orang-orang kampus, teori itu lahir dari cara berfikir deduktif, yakni mulai dari yang kecil-kecil, kasus-kasus, kejadian-kejadian, dan sebagainya, yang dilihat, dinilai, dianalisis, kemudian ditarik garis besar dari kejadian-kejadian itu semua. Maka jadilah TEORI.

Mereka yang percaya dengan teori adalah mereka-mereka yang ingin menyederhanakan semua yang ada di dunia ini, menjadi lebih sederhana.
Ibaratnya, kalau seseorang melihat benda licin, agak panjang, dan menggeliat di dalam tanah, maka disebutnyalah cacing. Begitu seterusnya, asalkan ketemu benda yang kriterianya sama, maka semuanya dianggap cacing. Akhirnya orang itu pun “membuat Teori; yang bulat, licin, dan menggeliat, maka itu adalah cacing. Mudah bukan? Tapi begitulah Teori.
Ada juga mereka yang tak percaya dengan pendapat atau pandangan umum, apa kata buku, apa kata panduan, dan sebagainya. Mereka adalah Maniak Pengalaman.
Pengalaman adalah pengalaman, yang harus didapat melalui interaksi langsung dengan sesuatu. pengalaman memang penting, tapi pengalaman tak akan pernah merubah dunia jika tak dibuat teorinya. Pengalaman harus dirumuskan, disederhanakan, sehingga bisa dibagikan ke orang lain, walau tetap mengatakan, bahwa mereka juga harus mencoba, menguji dan mengalaminya secara langsung di lapangan.

Jadi Manakah yang lebih penting ? Hemat penulis kedua-duanya harus tetap seimbang !
Namun dalam praktiknya, dilapangan banyak hal-hal yang tak terduga.

– Kakang
– Sumber : http://analismedis.weebly.com/teori-dan-praktek.html
http://www.scribd.com/doc/45875726/Teori-Praktek-Atau-Praktek-Teori

comments