200 Ajengan dan Aktivis Nahdliyyin Se-Bandung Barat Ikuti Acara Sarasehan

86

Sindangkerta, (ansorjabar online)

Sedikitnya 200 –an Ajengan dan Aktivis Nahdlyin se Kabupaten Bandung Barat berkumpul di Pondok pesantren Al Ghuroba, Sindangkerta, Bandung Barat, Sabtu, (20/5/2017) untuk mengikuti acara Sarasehan.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Sarasehan KH. Cecep Suryana mengatakan, acara sarasehan ini digagas untuk menghimpun komponen Nahdliyin Bandung Barat dalam rangka menyikapi isu-isu terkini soal keummatan dan kebangsaan.

“Muncul gagasan harus ada sebuah ikhtiar menghimpun komponen NU menyikapi isu-isu terkini. Walaupun jalaur politik berbeda diantara kaum nahdliyin, tapi diikat oleh batin yang sama yaitu NU. Kita sangat miris dengan kondisi saat ini dimana Islam dibenturkan dengan NKRI,’ kata Kyai Cecep.

Dalam konteks keummatan, menurutnya, belakangan ada fenomena polarisasi ummat yang diopinikan untuk mebenturkan satu sama lain.

“Ada polarisasi ummat islam soal aksi bela Islam. Seolah Yang ikut aksi sebagai pembela Islam, tapi yang tidak berangkat seolah tidak membela islam dan ulama. Kita tidak menghendaki apa yang terjadi di Jakarta merembet ke kampung halaman kita menciptakan konflik sesama ummat, terutama dikalanganNahdliyin,” paparnya

Dalam konteks kebangsaan, lanjutnya, kaum Nahdliyyin Bandung Barat juga merasa terusik oleh sebagian kelompok yang mempersoalkan dasar dan ideologi Negara.

“Kita tidak pernah mempersoalkan lagi soal dasar negara. Tidak juga memperjuangkan negara Islam. Sistem dan ideology bangsa yang ada saat ini sudah mencerminkan daripada nilai-nilai keisalaman yang telah uji kesahihan daripada ulama kita,” lanjutnya.

Dengan tema ‘Revitalisasi Fikrah Nahdliyah dalam Bingkai NKRI’, kata Kyai Cecep, acara sarasehan diharapkan dapat lebih memperkokoh komitmen kaum nahdliyyin baik dari segi amaliyah, fikroh maupun harokah.

“Ber-NU bukan hanya dalam soal Amaliyah. Tapi perlu ada sinkronisasi pada fikroh dan juga harokah nahdliyah (NU),” ujarnya.

Sementara itu Kapolse Sindangkerta Suratman menyambut baik atas diselengggarakannya acara sarasehan ini dan berharap dapat lebih mempererat hubungan ulama-umaro di Bandung Barat.

“Saya hadir disini sekaligus mewakili Bapak Kapolres mengucapkan terimakasih dengan acara sarasehan ini. Mudah-mudahan hubungan ulama-umaro di Bandung Barat khususnya wilayah sindangkerta dan Cipongkor semakin kuat lagi dalam menciptakan situasi masyarakat yang kondusif,” katanya.

Kemudian, acara Sarasehan diisi dengan diskusi panel yang menghadirkan dua Narasumber, yaitu Ketua PW Ansor Jabar Deni Ahmad Haidar dan Sekretaris Lakpesdam NU Jabar Wawan Gunawan. Pasca disukusi dilanjutkan dengan pembahasan draft rekomendasi yang dipandu KH. Hilman Farid. Sebelumnya disampaikan pula tausyiah oleh Rois Syuriah PCNU KBB KH. Aa Maulana. (Moch/Edi).

Comments

comments